Video
Video : Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai AS Sita Kapal Iran di Teluk Oman
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 6 persen setelah AS menyita kapal Iran di Teluk Oman. Pasar khawatir gangguan pasokan global
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:Harga minyak dunia naik signifikan setelah insiden penyitaan kapal Iran oleh AS di Teluk Oman, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
BANGKAPOS.COM--Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal pekan ini setelah insiden penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh Amerika Serikat memicu kekhawatiran pasar global.
Kapal bernama M/V Touska dilaporkan disita setelah dituduh menerobos blokade saat melintasi kawasan Teluk Oman. Insiden tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga minyak mentah dunia.
Mengutip laporan media internasional, harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate masing-masing melonjak lebih dari 6 persen. Harga Brent kini menembus di atas 96 dolar AS per barel, sementara WTI berada di kisaran 88 dolar AS per barel.
Pasar Khawatir Gangguan Pasokan
Para analis menilai lonjakan ini dipicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Teluk. Para pelaku pasar memperkirakan ketegangan geopolitik dapat memicu hambatan ekspor energi dari negara-negara produsen utama.
Salah satu dampak nyata terlihat dari langkah Kuwait yang dikabarkan menetapkan kondisi kahar (force majeure) pada sejumlah pengiriman minyak dan bahan bakar.
“Pasar merespons potensi gangguan pasokan yang lebih luas, terutama dari jalur distribusi utama,” ujar seorang analis energi global.
Efek Domino ke Harga Energi Global
Kenaikan harga minyak mentah ini langsung berdampak pada sektor energi global. Harga bensin dan solar di kawasan Eropa, AS, dan sebagian Asia dilaporkan ikut mengalami kenaikan.
Selain itu, harga gas grosir serta minyak pemanas berjangka yang menjadi indikator bahan bakar jet juga meningkat signifikan.
Gangguan di Selat Hormuz disebut menjadi pemicu efek domino terhadap perekonomian global. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Bahkan, Badan Energi Internasional memperingatkan potensi meningkatnya volatilitas pasar energi serta kemungkinan kekurangan bahan bakar jet di Eropa dalam beberapa minggu ke depan.
Ancaman ke Pangan Global
Tak hanya sektor energi, dampak juga mulai terasa pada rantai pasok global. Sejumlah organisasi kemanusiaan mengingatkan bahwa gangguan distribusi energi dapat berdampak pada produksi pupuk dan sektor pertanian, yang berujung pada ancaman terhadap ketahanan pangan.
Eropa disebut sebagai kawasan yang paling rentan terdampak, mengingat tingginya ketergantungan pada pasokan energi dari Timur Tengah setelah pembatasan terhadap impor dari Rusia.
Di sisi lain, Rusia justru disebut diuntungkan dari situasi ini. Kenaikan harga minyak global meningkatkan permintaan terhadap minyak mentah Rusia, dengan potensi keuntungan mencapai 150 juta dolar AS per hari.
Situasi ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik di kawasan strategis dapat dengan cepat memicu gejolak di pasar energi global dan berdampak luas pada berbagai sektor ekonomi dunia.(*)
| Video : Saksi Ahli Ungkap Kondisi Psikologis Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS |
|
|---|
| Video : Mantan Bupati Bangka Selatan Justiar Noer Jalani Sidang, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi |
|
|---|
| Video : Operasi AS di Selat Hormuz Tersendat, Iran Sebut Trump Mundur Hindari Kekalahan |
|
|---|
| Video : Ketekunan Perempuan Penjaga Tradisi, Anyam Lidi Nipah Jadi Sumber Penghidupan |
|
|---|
| Video : Iran Sindir AS Saat Kapal Nuklir USS Gerald R. Ford Masuk Bengkel |
|
|---|