Jumat, 24 April 2026

Video

Video : Malu Dicap Kalah sama Iran, Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi membuka jalur negosiasi baru. Di tengah ketegangan nuklir dan penahanan kapal tanker

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk membuka peluang negosiasi baru di tengah konflik Timur Tengah. 
  • Namun Iran disebut menyiapkan langkah mengejutkan jika pembicaraan dengan Amerika Serikat kembali gagal.

 

BANGKAPOS.COM--Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru. Presiden AS Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran di tengah negosiasi yang masih berlangsung alot.

Keputusan itu muncul setelah situasi geopolitik memanas akibat perang berkepanjangan yang menyeret isu nuklir, blokade laut, hingga penyitaan kapal tanker yang diduga menyelundupkan minyak Iran.

Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Trump menyatakan gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu demi memberi ruang bagi proses diplomasi dan negosiasi damai yang dimediasi Pakistan.

Meski demikian, Washington tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran, termasuk pengawasan ketat di kawasan strategis Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Trump mengklaim posisi Amerika Serikat berada di atas angin dalam perundingan.

“Kami berada dalam posisi negosiasi yang sangat kuat,” ujar Trump seperti dikutip Euronews.

Namun, keputusan memperpanjang gencatan senjata memunculkan spekulasi politik di dalam negeri AS. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut dilakukan Trump untuk menghindari kesan kalah dari Iran setelah konflik berkepanjangan memicu tekanan ekonomi global, terutama lonjakan harga energi.

Iran Siapkan “Kartu Baru”

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan Washington.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut negaranya telah menyiapkan “kartu baru” apabila negosiasi lanjutan dengan AS gagal mencapai kesepakatan.

“Kami tidak menerima negosiasi di bawah ancaman,” tegas Ghalibaf.

Iran juga membantah berbagai klaim Trump terkait kesediaan menyerahkan uranium yang diperkaya kepada AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan stok uranium Iran tidak akan dipindahkan ke negara lain.

AS Sita Kapal Tanker Minyak Iran

Di tengah proses diplomasi, militer AS juga meningkatkan tekanan dengan menyita kapal tanker Tifani yang diduga menyelundupkan minyak Iran.

Kapal tersebut diamankan di kawasan Samudra Hindia dalam operasi tanpa perlawanan. Washington menuding kapal itu menjadi bagian dari “dark fleet” Iran untuk menghindari sanksi internasional.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved