Minggu, 26 April 2026

Video

Video : Mau ke Selat Hormuz, Teknisi Militer AS Diserang Monyet

Seorang teknisi militer dilaporkan mengalami serangan unik dari seekor monyet saat transit di Thailand.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Insiden tak terduga mewarnai misi Angkatan Laut Amerika Serikat menuju Selat Hormuz. Seorang teknisi militer dilaporkan mengalami serangan unik dari seekor monyet saat transit di Thailand. Di saat yang sama, tensi di Timur Tengah kian membara setelah Israel menyatakan kesiapannya untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran jika mendapat restu dari Washington.

Sebuah peristiwa yang tidak biasa menimpa seorang teknisi elektronik Angkatan Laut Amerika Serikat. Saat kapalnya, USS Chief, sedang bersandar di Phuket, Thailand, dalam perjalanan menuju misi penting di Selat Hormuz, teknisi tersebut mendadak diserang oleh seekor monyet. Akibat serangan tersebut, ia mengalami luka ringan dan harus dievakuasi ke pangkalan militer di Sasebo, Jepang, untuk mendapatkan perawatan medis.

Meski diwarnai insiden tersebut, misi pembersihan ranjau tetap berlanjut. Kapal USS Chief bersama USS Pioneer dikerahkan oleh Presiden Donald Trump untuk menyapu ranjau-ranjau laut yang ditebar oleh Iran di jalur vital Selat Hormuz. Operasi ini bertujuan untuk membuka kembali jalur pelayaran dunia yang terganggu dan menekan lonjakan harga minyak akibat konflik regional.

Gertakan Israel

Sementara itu dari Yerusalem, Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa negaranya kini dalam posisi siap tempur melawan Iran. Israel mengklaim hanya tinggal menunggu "lampu hijau" dari Amerika Serikat untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran.

Target serangan Israel tidak main-main. Mereka berencana menghancurkan infrastruktur vital, mulai dari fasilitas energi listrik hingga pusat ekonomi nasional. Tujuannya adalah untuk melumpuhkan kekuatan Iran dan, dalam kutipan yang keras, "mengembalikan Iran ke zaman batu". Israel menuduh kepemimpinan Iran saat ini sedang melakukan pemerasan energi dan berada dalam posisi terpojok.

Situasi di kawasan Teluk tetap berada dalam ketidakpastian. Meskipun Presiden Donald Trump menyatakan perpanjangan gencatan senjata, blokade ekonomi terhadap Iran tetap diberlakukan secara ketat hingga kesepakatan final tercapai. (sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved