Rabu, 29 April 2026

Video

Video: AS Dibayangi Hipersonik Super Rusia dan China, Washington Getir Percepat Produksi Blackbeard

Amerika Serikat mempercepat langkah besar mengembangkan dan menyiapkan produksi massal senjata hipersonik baru bernama Blackbeard.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah

BANGKAPOS.COM – Amerika Serikat mempercepat langkah besar mengembangkan dan menyiapkan produksi massal senjata hipersonik baru bernama Blackbeard.

Upaya ini dilakukan AS melihat desakan dan meningkatnya power dari China dan Rusia dalam memperkuat persenjataan hipersoniknya.

Blackbeard merupakan bagian dari program Multi-mission Affordable Capacity Effector atau MACE.

Washington akan mulai membeli amunisi Blackbeard dalam jumlah besar untuk pertama kalinya.

Sebanyak 353 unit rudal diproduksi pada tahap awal dengan nilai pendanaan sekitar 156 juta dolar.

Blackbeard dirancang sebagai rudal hipersonik dengan kecepatan di atas Mach 5.

Senjata jenis ini dikenal sangat sulit dideteksi radar dan sulit dicegat sistem pertahanan konvensional.

Keunggulan utama Blackbeard terletak pada kecepatan, presisi, dan kemampuan menyerang target penting dalam waktu singkat.

Rudal ini disiapkan untuk berbagai platform tempur militer Amerika Serikat.

Di antaranya jet tempur F/A-18E/F Super Hornet dan F-35C Lightning II milik Angkatan Laut AS.

Khusus F-35C, pesawat tempur siluman itu disebut mampu membawa hingga empat rudal Blackbeard di ruang senjata internal.

Artinya, kemampuan serangan bisa ditingkatkan tanpa mengurangi fitur siluman pesawat.

Langkah Washington ini dinilai menjadi respons atas percepatan teknologi hipersonik milik China dan Rusia.

Rusia sebelumnya mengklaim telah mengoperasikan rudal Kinzhal dan Avangard.

Sementara China terus mengembangkan kendaraan luncur hipersonik dan sistem serangan jarak jauh. 

(Youtube Bangkapos.com/Tribun-Video.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved