Rabu, 29 April 2026

Video

Video : Kepanikan IDF Diserang Drone Hizbullah dari Belakang

Hizbullah luncurkan serangan drone FPV ke posisi IDF saat ketegangan meningkat. Putin puji keteguhan Iran hadapi AS di perairan global.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Kelompok perlawanan Hizbullah di Lebanon baru saja mengumumkan operasi pertahanan besar-besaran terhadap sejumlah target militer Israel (IDF).

Serangan tersebut dilakukan secara senyap dengan target utama tentara rezim Zionis yang disergap dari arah belakang.

Berdasarkan pernyataan resmi Hizbullah, mereka berhasil menghantam tank Merkava Israel di wilayah Al-Khantara, Lebanon Selatan, menggunakan drone FPV.

Aksi serangan udara ini dilaporkan terjadi pada hari Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Sebelumnya, pada pukul 13.30, Hizbullah juga menargetkan buldoser militer Israel tipe D9 di kota Bint Jbeil menggunakan teknologi serupa.

Ketegangan semakin memuncak saat dua kelompok tentara Israel di kota Al-Naqoura dihantam oleh dua drone serang satu arah pada sore harinya.

Dalam video yang dirilis oleh Hizbullah, terlihat jelas drone tersebut mendadak muncul di belakang posisi IDF dan langsung meledak mengenai sasaran.

Di sisi lain, dinamika politik internasional semakin memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pertemuan selama satu setengah jam tersebut, Vladimir Putin secara terbuka memuji keteguhan rakyat Iran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat.

Putin menyebut bahwa keberanian Iran dalam menghadapi "perang yang tidak adil" ini telah menjadi perhatian dunia internasional.

Araghchi menyatakan bahwa pembicaraan tersebut meninjau secara rinci hubungan bilateral serta agresi yang dilakukan entitas pendudukan terhadap wilayah Iran.

Selain isu perang, kabar mengejutkan datang dari Selat Hormuz yang saat ini masih berada dalam status blokade ketat oleh militer Iran dan Amerika Serikat.

Sebuah kapal pesiar mewah milik miliarder Rusia, Alexei Mordashov, dilaporkan berhasil menembus blokade perairan vital tersebut.

Kapal sepanjang 142 meter yang bernama Nord itu berhasil melintasi Selat Hormuz meski jalur tersebut sedang ditutup untuk perdagangan global.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana kapal Rusia tersebut bisa mendapatkan izin melintas di tengah blokade AS.

Keberhasilan kapal tersebut menembus jalur konflik semakin menegaskan posisi tawar Rusia yang kuat di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved