Rabu, 6 Mei 2026

Video : Iran Gempur Uni Emirat Arab dengan Puluhan Rudal dan Drone

Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Iran menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Iran menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Serangan ini memicu kerusakan fasilitas industri dan melukai sejumlah warga sipil. Berikut laporan selengkapnya.

Senin, 4 Mei 2026, menjadi hari yang mencekam bagi Uni Emirat Arab. Pemerintah UEA mengklaim sedikitnya 19 proyektil yang terdiri dari 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 kendaraan udara tak berawak atau drone milik Iran menyasar wilayah mereka.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa serangan ini mengakibatkan tiga orang terluka, yang diidentifikasi merupakan warga negara India. Salah satu serangan drone dilaporkan menghantam industri perminyakan utama di Emirat Fujairah, yang memicu kebakaran hebat di lokasi tersebut. Selain itu, sebuah kapal tanker milik UEA, MV Barakah, juga menjadi sasaran drone, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden di laut tersebut.

Serangan ini diyakini sebagai balasan atas keterlibatan UEA yang dianggap mendukung serangan AS dan Israel terhadap target-target strategis Iran.

Guna merespons situasi keamanan yang tidak menentu, pemerintah UEA mengambil kebijakan darurat dengan mengalihkan sistem pembelajaran di sekolah-sekolah menjadi jarak jauh atau daring hingga Jumat, 8 Mei. Kebijakan ini kemungkinan akan diperpanjang jika situasi di lapangan belum dianggap stabil.

Bantuan Pertahanan Israel dan Konflik Selat Hormuz

Di tengah eskalasi ini, hubungan diplomatik antara UEA dan Israel yang telah terjalin selama enam tahun terakhir tampak semakin erat. Israel dilaporkan telah mengirimkan bantuan sistem pertahanan udara canggih, Iron Dome, secara diam-diam untuk membantu UEA menghalau serangan udara Iran.

Serangan ini terjadi di saat Amerika Serikat berupaya melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal komersial yang keluar dari Selat Hormuz, sebuah langkah yang memicu perlawanan keras dari Teheran. UEA mengecam tindakan Iran dan menuduh Teheran menggunakan Selat Hormuz sebagai alat pemaksaan ekonomi serta lokasi pembajakan.

Sementara itu, pihak Iran melalui pejabat militer seniornya sempat membantah adanya rencana untuk menargetkan Uni Emirat Arab. Di sisi lain, sempat beredar kabar dari kantor berita Iran bahwa militer mereka menembak kapal patroli Angkatan Laut Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, namun kabar tersebut segera dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved