Video : Drone Iran Hantam Industri Minyak UEA, AS Kerahkan Kapal Perusak Tembus Blokade
Serangan drone Iran dilaporkan menghantam fasilitas perminyakan utama dan kapal tanker milik Uni Emirat Arab, memicu kebakaran...
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Serangan drone Iran dilaporkan menghantam fasilitas perminyakan utama dan kapal tanker milik Uni Emirat Arab, memicu kebakaran dan melukai warga sipil. Di sisi lain, Amerika Serikat merespons dengan mengerahkan kapal perusak rudal untuk mengawal kapal komersial dan menembus blokade Iran. Berikut laporan mendalam kami.
Senin, 4 Mei 2026, serangan udara besar-besaran mengguncang kawasan Emirat Fujairah, Uni Emirat Arab. Drone milik militer Iran dilaporkan menghantam industri perminyakan utama di wilayah tersebut, yang memicu kebakaran hebat dan melukai sedikitnya tiga warga negara India. Tidak hanya fasilitas darat, kapal tanker milik UEA, MV Barakah, juga menjadi sasaran drone saat melintas, meski dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa mereka menghadapi total 19 proyektil, termasuk 12 rudal balistik dan rudal jelajah. Sebagai langkah perlindungan, sistem pertahanan udara UEA—yang dikabarkan diperkuat oleh sistem Iron Dome kiriman rahasia dari Israel—diaktifkan untuk menghalau serangan tersebut. Akibat situasi yang tidak stabil, pemerintah UEA menghentikan aktivitas sekolah tatap muka dan beralih ke pembelajaran daring hingga 8 Mei mendatang.
: Blokade Selat Hormuz dan Respon Militer Amerika Serikat
Eskalasi ini dipicu oleh perebutan kendali di Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran baru saja merilis peta kendali baru yang menetapkan zona maritim yang sangat luas, sekaligus memberikan peringatan keras kepada militer Amerika Serikat untuk tidak memasuki wilayah tersebut.
Menanggapi tantangan ini, di bawah komando Presiden Donald Trump, Amerika Serikat meluncurkan operasi bertajuk "Project Freedom". Militer AS telah mengerahkan dua kapal perusak rudal angkatan laut ke kawasan Teluk untuk mengawal kapal-kapal dagang yang terjebak akibat konflik.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM melaporkan bahwa dua kapal berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari Senin di bawah perlindungan kapal perusak mereka. CENTCOM juga membantah keras klaim media Iran yang menyebutkan bahwa sebuah kapal perang AS terkena serangan rudal Teheran. Pihak Amerika menegaskan tidak ada kapal mereka yang rusak, dan justru pasukannya saat ini tengah berperan aktif menegakkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan utama di Iran.
Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi seperlima distribusi minyak dunia, kini berubah menjadi medan konfrontasi langsung. Dengan adanya klaim saling serang dan pengerahan alutsista besar-besaran, dunia internasional kini mengkhawatirkan pecahnya perang terbuka yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)
| Video : Iran Gempur Uni Emirat Arab dengan Puluhan Rudal dan Drone |
|
|---|
| IRGC Rilis Peta Baru Kendali Selat Hormuz, Iran Peringatkan AS |
|
|---|
| Video: Blokade Bobol, Kapal Fregat AS Remuk Dihantam Rudal Iran, Trump Kehabisan Tomahawk |
|
|---|
| Video: Nekat Lewati Hormuz, Rudal Teheran Tembak Kapal AS, Pasukan Terpaksa Mundur dan Balik Arah |
|
|---|
| Video : Iran Ancam Serang Pasukan AS di Selat Hormuz, Komando Gabungan Keluarkan Peringatan Keras |
|
|---|