Selasa, 12 Mei 2026

Video

Video : Iran Tabuh Genderang Perang, Motjaba Khamenei Beri Intruksi

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menginstruksikan seluruh elemen militer Iran untuk melanjutkan operasi melawan AS dan Israel.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM -Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menginstruksikan seluruh elemen militer Iran untuk melanjutkan operasi melawan Amerika Serikat dan Israel. Sementara itu, Iran juga mengeluarkan ancaman keras terhadap rencana Inggris dan Prancis yang akan mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz. Berikut laporan lengkapnya.

Pesan tegas datang dari Teheran. Dalam pertemuannya dengan Komando Markas Pusat Qatam Al-Anbiya, Mojtaba Khamenei memberikan panduan baru untuk melanjutkan operasi militer menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya. Seluruh elemen mulai dari IRGC, Kepolisian, hingga pasukan sukarelawan Basij menyatakan kesiapan penuh untuk berperang.

Di sisi lain, diplomasi tampak menemui jalan buntu. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan menolak proposal damai yang diajukan Iran. Proposal tersebut berisi tuntutan ganti rugi perang serta pengakhiran blokade laut dan sanksi minyak terhadap Iran.

Baca juga: Video : Jet Tempur F-35 AS Alami Kondisi Darurat, Armada Nyamuk Iran Siaga Penuh

Baca juga: Video : Taktik Senyap Rusia, Kirim Komponen Drone ke Iran Lewat Laut Kaspia untuk Hadapi AS-Israel

Sementara itu, situasi di jalur air vital dunia, Selat Hormuz, semakin panas seiring rencana Inggris mengirim kapal perang HMS Dragon untuk bergabung dengan armada Prancis. Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kasem Karibapadi, memperingatkan bahwa Iran akan memberikan tanggapan keras, termasuk melakukan penghadangan dan penembakan jika kapal-kapal tersebut nekat memasuki kawasan tanpa izin, Iran menegaskan tidak akan menerima dalih militerisasi jalur air vital tersebut oleh pihak luar .

Sementara itu di front utara, Hizbullah merilis rekaman serangan drone yang menunjukkan tentara Israel lari ketakutan. Serangan ini dilaporkan menewaskan satu tentara IDF dan melukai delapan lainnya, sebuah insiden yang disebut media Israel sebagai "mimpi buruk" baru.

Di tengah gempuran sanksi, Rusia dikabarkan diam-diam mengirimkan komponen drone ke Iran melalui jalur Laut Kaspia. Jalur ini dipilih karena bebas dari intervensi Amerika Serikat, yang memungkinkan Iran mengisi kembali 60 persen stok persenjataannya yang hilang selama perang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa konfrontasi dengan Iran masih jauh dari kata berakhir. Ia bahkan menuduh China ikut membantu produksi rudal Iran serta mengkhawatirkan fasilitas nuklir Iran yang masih aktif. Hingga saat ini, eskalasi di kawasan tersebut masih terus dipantau oleh komunitas internasional. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved