Minggu, 17 Mei 2026

Video

Video: China Desak AS dan Iran Segera Gencatan Senjata Permanen

Pemerintah di Beijing menilai perang yang terus berlangsung hanya memperburuk kondisi global

Tayang:

BANGKAPOS.COM - China kembali menyerukan penghentian permanen konflik antara Amerika Serikat dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Pemerintah di Beijing menilai perang yang terus berlangsung hanya memperburuk kondisi global, mulai dari stabilitas ekonomi hingga distribusi energi dunia.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Jumat (15/5/2026), Kementerian Luar Negeri China meminta agar jalur pelayaran penting seperti Selat Hormuz segera dibuka kembali guna menjaga rantai pasok internasional dan kestabilan perdagangan global.

“Konflik ini seharusnya bisa dihindari sejak awal dan tidak akan memberi manfaat bagi siapa pun,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Baca juga: Sosok Kevin Gusnadi, Politisi Muda yang Dikabarkan Dekat dengan Ayu Ting Ting

Beijing menyoroti dampak besar perang terhadap masyarakat sipil di Iran maupun negara-negara Timur Tengah lainnya. Selain korban kemanusiaan, konflik juga disebut menekan pertumbuhan ekonomi global dan mengganggu pasokan energi internasional.

China menegaskan penyelesaian damai akan membawa keuntungan bagi semua pihak, termasuk AS, Iran, dan negara-negara kawasan.

Menurut pemerintah China, jalur diplomasi tetap menjadi solusi terbaik dibandingkan pendekatan militer.

Beijing juga menyambut langkah gencatan senjata terbaru antara AS dan Iran serta pembukaan kembali komunikasi diplomatik kedua negara.

“Ketika pintu dialog sudah dibuka, maka jangan sampai kembali ditutup,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

Selain mendorong perundingan damai, China meminta penyelesaian isu nuklir Iran dilakukan melalui jalur politik dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak terkait.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Seruan damai tersebut muncul bersamaan dengan kunjungan Donald Trump ke China pada 14–15 Mei 2026.

Dalam lawatan itu, Trump mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping terkait berbagai isu internasional, termasuk konflik Iran dan keamanan kawasan Timur Tengah.

Pemerintah China menyebut kedua pemimpin sepakat menjaga hubungan bilateral yang lebih stabil dan konstruktif untuk beberapa tahun mendatang.

Saat menghadiri jamuan di Beijing, Trump mengaku puas dengan hasil pertemuannya bersama Xi Jinping.

Ia juga menyebut China mulai membuka pasar secara bertahap dan meningkatkan pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved