Video
Kapal Iran Tetap Lolos di Selat Hormuz Meski AS Perketat Blokade
Trump diketahui mengirim sejumlah armada perang, mulai dari kapal induk hingga kapal perusak,
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM -- Kapal-kapal yang berkaitan dengan Iran disebut masih mampu melintasi Selat Hormuz meski Amerika Serikat memperketat pengawasan maritim di kawasan tersebut.
Tercatat lebih dari 100 kapal yang terhubung dengan Iran tetap melewati jalur strategis itu, walaupun AS telah mengerahkan kekuatan militer dalam jumlah besar.
Presiden Donald Trump diketahui mengirim sejumlah armada perang, mulai dari kapal induk hingga kapal perusak, untuk mendukung operasi blokade maritim di kawasan Teluk.
Sedikitnya terdapat 15 kapal perang AS yang dikerahkan, termasuk satu kapal induk dan 11 kapal perusak.
Baca juga: Penembakan Anggota TNI di Kafe Palembang Diusut, Kodam II/Sriwijaya Pastikan Transparan
Baca juga: Penembakan Anggota TNI di Kafe Palembang Diusut, Kodam II/Sriwijaya Pastikan Transparan
Dari jumlah kapal yang terpantau, sekitar 87 kapal terkait Iran dilaporkan berhasil masuk ke pelabuhan di Teheran.
Padahal sebagian kapal tersebut masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat.
Data itu menunjukkan sekitar 53 persen aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berjalan meski berada di bawah tekanan dan pengawasan Washington.
Namun demikian, terdapat pula sekitar 13 kapal yang dilaporkan gagal melintasi jalur tersebut.
Kapal-kapal itu diketahui dioperasikan oleh perusahaan yang berasal dari China, India, Pakistan, Turki, dan Qatar.
Catatan tersebut terjadi dalam periode 13 April hingga 13 Mei 2026, setelah kebijakan blokade maritim AS mulai diterapkan.
Situasi ini memperlihatkan meningkatnya praktik “shadow shipping” dalam pelayaran internasional, yakni metode pengiriman semi-tersembunyi yang digunakan untuk menghindari pemantauan maupun sanksi internasional.
(Bangkapos.com)
| Video: Rusia Turun Perang, Jet Tempur Su-35S Tembak Jatuh F-16AS Ukraina, 13 Bom ke Lokasi Haddad |
|
|---|
| Video: Viral Delegasi AS Buang Semua Barang Hadiah dari China, Mulai Pin hingga Ponsel Sekali Pakai |
|
|---|
| Video : Polda Babel Tangkap 5 Debt Collector, Diduga Kuasai 247 Mobil dalam Sebulan |
|
|---|
| Video : Iran Klaim Bongkar Teknologi Rudal Tomahawk AS, Rekayasa Balik Senjata yang Gagal Meledak |
|
|---|
| Video : Aliansi Teluk Retak? UEA Disebut Ajak Balas Serangan Iran, Arab Saudi dan Qatar Menolak |
|
|---|