Selasa, 2 Juni 2026

Video

Video : Nama Hercules Disebut, Putri Ahmad Bahar Datangi Komnas HAM dan Komnas Perempuan

Putri penulis Ahmad Bahar mendatangi Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk mengadukan dugaan perlakuan tak manusiawi oleh Hercules dan GRIB

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri

Ringkasan Berita:F (33), putri penulis Ahmad Bahar, mendatangi Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk melaporkan dugaan tindakan tak manusiawi yang disebut melibatkan anggota GRIB Jaya dan Ketua GRIB Hercules de Marshal.

 

BANGKAPOS.COM--Putri penulis Ahmad Bahar, ISF (33), melaporkan Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules ke Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

ISF melaporkan Hercules atas dugaan penyekapan terhadap dirinya di Markas GRIB Jaya, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (17/5/2026).

Tidak hanya penyekapan, saat itu ISF diduga disandera hingga mengalami tindak pengancaman.

"Ada pengepungan rumah, penculikan, penyanderaan, ancaman verbal, penggunaan senjata api, dan merendahkan klien kami, yang diduga dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan ormas GRIB, diduga dilakukan oleh ketua umumnya, Bapak Hercules," kata Gufroni, kuasa hukum ISF, di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Gufroni mengatakan, dugaan kekerasan yang diterima ISF diduga dilakukan untuk mendorong korban mengakui terkait pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp miliknya kepada Hercules berisi ancaman.

Padahal, akun WhatsApp milik ISF telah diretas sampai akhirnya sebuah pesan berisi ancaman terkirim ke Hercules dan istrinya.

"Di sana (di Markas GRIB Jaya, ISF) diinterogasi, dipaksa mengakui bahwa ISF yang melakukan pengiriman, pesan ke Hercules dan istrinya yang berisikan ancaman-ancaman melalui WhatsApp-nya," ucap Gufroni.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/3678/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporan itu, Hercules dilaporkan dengan Pasal 446 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan Orang juncto Pasal 451 KUHP tentang Penyanderaan.

ISF juga melaporkan dugaan peretasan akun WhatsApp miliknya ke Polda Metro Jaya.

Peretasan akun WhatsApp tersebut menjadi awal mula persoalan yang membuat ISF berurusan dengan Hercules.

Sebab, akun WhatsApp yang diretas itu mengirimkan pesan ancaman kepada Hercules dan istrinya.

Padahal, ISF tak memiliki kontak Hercules.

"Laporan ini terkait peretasan handphone milik saudari ISF yang menjadi pangkal masalah sehingga Hercules marah besar, yang seolah-olah WA itu adalah dari klien kami, padahal itu bukan," jelas Gufroni.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved