Sabtu, 30 Mei 2026

Video

Video : Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS, Kuwait Siaga Satu

Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mendadak sibuk harus mencegat rentetan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal milik Iran

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Situasi di kawasan Timur Tengah kembali membara menyusul ketegangan bersenjata yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS). Pemerintah Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mendadak sibuk akibat harus mencegat rentetan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal milik Iran yang mengarah langsung ke pangkalan militer Amerika Serikat di wilayahnya.

Sirine peringatan darurat terdengar berdengung di berbagai penjuru Kuwait seiring dengan kesiapsagaan militer dalam menghadapi ancaman serangan udara tersebut. Pihak berwenang setempat pun langsung mengimbau seluruh warga negara untuk mematuhi instruksi keamanan demi keselamatan bersama.

Berdasarkan laporan, aksi saling serang ini dipicu oleh serangan udara defensif yang diluncurkan militer Amerika Serikat ke situs kendali darat drone milik Iran di dekat pelabuhan strategis Bandar Abbas pada Kamis, 28 Mei 2026. Pihak Washington mengeklaim serangan tersebut terukur demi mencegah ancaman terhadap pelayaran internasional. Namun, Teheran menganggap aksi AS telah melanggar gencatan senjata yang selama ini berjalan rapuh.

Sebagai respons instan, Corps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke dua pangkalan udara militer AS di kawasan Teluk. Salah satu target utamanya adalah Ali Al-Salem Air Base di Kuwait, yang merupakan fasilitas vital bagi operasi militer dan pengawasan udara AS di Timur Tengah. Selain itu, laporan juga menyebutkan fasilitas militer AS lainnya di Camp Arifjan dan Camp Buehring turut menjadi sasaran serangan drone Iran.

Tidak hanya menyasar pangkalan darat, ketegangan ini merembet ke Selat Hormuz—jalur logistik energi paling vital di dunia. Pasukan IRGC dilaporkan sempat menembaki dan memaksa mundur empat kapal yang nekat menerobos jalur tersebut. Iran bahkan melepas tembakan peringatan ke arah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat yang melintas.

Di sisi lain, situasi diplomatik kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras dalam rapat kabinetnya. Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah perairan internasional yang tidak boleh dikendalikan secara sepihak oleh negara mana pun. Ia secara terbuka memperingatkan akan melakukan tindakan militer terhadap Oman jika negara tetangga Iran tersebut mencoba ikut campur menutup selat.

Ancaman Trump langsung memantik reaksi dari Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras pernyataan Trump dan menyatakan solidaritas penuh terhadap Oman sebagai sesama negara sahabat di kawasan.

Hingga saat ini, eskalasi militer dan saling ancam antara AS dan Iran memicu kekhawatiran global. Dunia kini cemas konflik terbuka ini akan mengguncang stabilitas keamanan Timur Tengah serta mengganggu pasar energi dan pasokan minyak mentah dunia. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved