Minggu, 31 Mei 2026

Video

Video : Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Video : Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Turun Tangan Intervensi Pasar

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Screenshot Youtube Bangka Pos Official
Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS 

BANGKAPOS.COM - Bank Indonesia (BI) menyatakan telah melakukan langkah intervensi di pasar valuta asing secara intensif guna menahan pelemahan nilai tukar rupiah yang kini semakin terpuruk dan terus mendekati level psikologis baru sebesar Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data perdagangan, mata uang Garuda berada di posisi Rp17.880 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Deni Prakoso, buka suara mengenai situasi ini. Ia membeberkan bahwa tekanan berat terhadap pergerakan rupiah saat ini masih didominasi oleh faktor ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi dan perkembangan konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut hingga saat ini.

Selain faktor geopolitik global, Ramdan menjelaskan adanya faktor internal berupa peningkatan kebutuhan valuta asing secara musiman di dalam negeri. Kebutuhan dolar AS melonjak signifikan untuk keperluan pembayaran utang luar negeri serta repatriasi dividen oleh perusahaan-perusahaan. Di sisi lain, arus masuk modal asing atau pasokan dolar AS ke dalam negeri dinilai masih sangat terbatas.

Baca juga: Video : Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal AS, Washington Bunyikan Alarm Bahaya

Baca juga: Video : IRGC Hantam Pangkalan AS Pakai Rudal, Selat Hormuz Siaga Satu

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak merosot lebih dalam. Salah satu langkah konkret yang diambil BI adalah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur guna memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Dari sisi kebijakan makro, BI juga memperkuat bauran strategi moneter dengan melakukan penyesuaian struktur suku bunga pada instrumen moneter. Langkah ini sengaja diambil agar pasar keuangan Indonesia tetap kompetitif dan menarik di mata investor, sehingga dapat memicu kembali masuknya modal asing ke tanah air.

Lebih lanjut, Bank Sentral menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait guna memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh pihak perbankan maupun korporasi yang saat ini tercatat dinilai cukup tinggi. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved