Video
Video : Iran Ubah Pola Perang, Serangan Rudal dan Drone ke AS Dibalas Lebih Kuat
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat memanas.Iran disebut mengubah strategi perang dengan membalas setiap serangan AS lebih kuat hingga 1,5 kali lipat
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tanpa tanda-tanda mereda.
- Kedua negara terus terlibat dalam aksi saling serang menggunakan rudal dan drone di sejumlah wilayah konflik.
- Iran disebut mengubah strategi militernya dengan pola balasan yang lebih kuat, yakni setiap serangan akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar.
- Kondisi ini membuat situasi di kawasan Timur Tengah semakin tidak stabil.
BANGKAPOS.COM--Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kedua negara dilaporkan terus saling melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone dalam eskalasi konflik yang semakin intens di kawasan Timur Tengah.
Iran disebut mengubah pendekatan militernya dengan pola balasan yang lebih agresif, bahkan diklaim setiap serangan yang diterima akan dibalas dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya.
Strategi ini membuat situasi konflik kian tidak terprediksi dan berpotensi memperluas eskalasi di wilayah lain.
Dalam beberapa waktu terakhir, serangan saling balas antara kedua negara terjadi di sejumlah titik strategis, termasuk fasilitas militer dan instalasi pertahanan di kawasan Teluk.
AS disebut merespons serangan Iran dengan menargetkan sistem radar, pusat kendali drone, hingga fasilitas militer lainnya di wilayah yang dianggap sebagai ancaman.
Sementara itu, Iran juga dikabarkan melakukan serangan balasan menggunakan kombinasi rudal jarak jauh dan drone tempur ke sejumlah target militer AS di kawasan Timur Tengah.
Aksi saling serang ini terus memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Otoritas militer Iran sebelumnya beberapa kali menegaskan bahwa mereka akan memberikan respons keras terhadap setiap serangan yang dianggap sebagai agresi, termasuk dengan meningkatkan skala balasan militer.
Dalam sejumlah pernyataan, Iran juga menyebut bahwa kemampuan militernya siap menghadapi eskalasi lanjutan.
Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan tetap mempertahankan operasi militernya di kawasan dengan dalih pertahanan diri serta perlindungan terhadap aset dan kepentingannya. Kondisi ini membuat tensi kedua negara terus berada pada level tinggi.
Hingga kini, belum ada sinyal konkret deeskalasi antara kedua pihak. Pengamat menilai jika pola saling balas ini terus berlanjut, maka risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah semakin sulit dihindari.(*)
| Video : Respon Menkeu Purbaya Ketika Mendengar Dadan Hindayana Jadi Tersangka : Kasihan Amat |
|
|---|
| Video: Guntur Romli Singgung Perjalanan Dadan Hindayana dari Jabatan hingga Kasus Hukum |
|
|---|
| Video: Kekayaan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Meroket Rp12 M dalam Setahun, Aset Terbesar Tanah |
|
|---|
| Video : California Berlakukan Lockdown Total Setelah Ancaman Bom dan Penyanderaan di Bank |
|
|---|
| Video: Serangan Rudal dan Drone Iran Lumpuhkan Bandara Kuwait, Bahrain-Kuwait Berlakukan Siaga Penuh |
|
|---|