Disangka Suara Kuntilanak, Ternyata Bayi Benaran
Bangkapos.com - Selasa, 21 Februari 2012 11:28 WIB

bangkapos.com/iwan s
Bayi perempuan yang dibuan orang tuanya sedang dirawat Bidan Filyana
Berita Terkait
- Bayi Disiksa Tetangga Hingga Tewas
- Bayi Dibuang di Pekuburan
- Bayi Jatuh dari Lantai 2 Rumah
- Bayi Kembar Siam Meninggal Saat Operasi
- Bayi Tercemplung ke Panci Berisi Air Panas
- Nuraisa Pernah Mimpi Didatangi Wanita Cantik
- 4 Janin Warga Bateng Hilang Misterius
- Nuraisa Ngaku Bayinya Hilang dari Kandungan
- Kapsul Berisi Daging Bayi Diyakini Tingkatkan Stamina
- Ayu Ting Ting Iba Pada Bayi Tanpa Anus
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penemuan bayi perempuan yang dibuang orangtuanya di semak belukar tempat pembuangan sampah di belakang kost-kostan milik Hamdan, di jalan Kemakmuran Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali, Selasa (21/2/2012) pagi, menghebohkan warga Toboali.
Warga yang didominasi kaum ibu berdatangan ke lokasi penemuan bayi tersebut.
Yanti, ibu rumah tangga yang pertama kali yang menemukan bayi dari semak belukar tempat pembuangan sampah mengungkapkan, awalnya warga setempat sejak Selasa (21/2/2012) dinihari mendengar tangisan bayi menangis.
Namun mereka tidak berani keluar rumah karena menyangka suara tangisan tersebut suara kuntilanak.
"Nyangka kami kuntilanak jadi tidak berani keluar. Pagi-pagi baru kami mengeceknya, ternyata ada bayi dibuang dalam kantong plastik warna merah. Pas diambil ternyata bayi itu masih hidup," ungkap Yanti.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penemuan bayi perempuan yang dibuang orangtuanya di semak belukar tempat pembuangan sampah di belakang kost-kostan milik Hamdan, di jalan Kemakmuran Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali, Selasa (21/2/2012) pagi, menghebohkan warga Toboali.
Warga yang didominasi kaum ibu berdatangan ke lokasi penemuan bayi tersebut.
Yanti, ibu rumah tangga yang pertama kali yang menemukan bayi dari semak belukar tempat pembuangan sampah mengungkapkan, awalnya warga setempat sejak Selasa (21/2/2012) dinihari mendengar tangisan bayi menangis.
Namun mereka tidak berani keluar rumah karena menyangka suara tangisan tersebut suara kuntilanak.
"Nyangka kami kuntilanak jadi tidak berani keluar. Pagi-pagi baru kami mengeceknya, ternyata ada bayi dibuang dalam kantong plastik warna merah. Pas diambil ternyata bayi itu masih hidup," ungkap Yanti.
Penulis : IwanS
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
