Kamis, 11 Juni 2026

Membangun Trade Mark Babel

Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) harus mampu menciptakan image market ...

Tayang:
Editor: Dedy Purwadi
PEMBANGUNAN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) harus mampu menciptakan image market dan penyerapan informasi serta proses komunikasi dalam rangka mensosialisasikan pembangunan provinsi yang sudah berjalan 12 tahun ini.

Dua hari lagi, rakyat Bangka Belitung akan dihadapkan kepada pilihan yang sulit, dimana nasib kesejahterahan lima tahun akan ditentukan pada tanggal 23 Februari ini. Jika salah memilih, maka jurang kemaslhatan akan semakin dalam. Karena itu, memilih bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap pilihan akan memeberikan konsekuensi yang harus ditanggung.

Karenanya mempelajari dan mencermati serta mencari tahu terhadap potensi calon gubernur dan wagub Babel periode 2012-2017 ini sudah menjadi keharusan seluruh masyarakat Babel yang sudah memiliki hak memilih. Salah satu pemimpin masa depan yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mampu menjawab dan mengurai berbagai ketergantungan Provinsi ini nantinya. Kondisi ini penting untuk dikondusifkan, dengan harapan akan lahir pencerdasan dan kekhasan tersendiri dari provinsi kepulauan lada dan timah ini.

Kecerdasan dan kecermatan pemimpim pemprov dalam membuat kebijakan publik menjadi suatu keharusan untuk menciptakan dan mengembangkan motivasi dan partisipasi masyarakat. Sehingga dalam perjalanan nantinya, berbagai program pembangunan pemprov mendapat suport dari segala lapisan masyarakat.

Karena itu, tidak saja pemprov, namun pemkab maupun pemkot juga harus mengusahakan pemikiran keras dalam menyikapi segala kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul, salah satunya membuat organisasi ataupun lembaga yang bisa mendukung terlaksananya program pemerintah. Untuk ini perlu Gubernur dan Wagub Babel terpilih yang mampu dan mau bersinergi dengan tujuh kabupaten/kota se Babel ini.

Salah satu contohnya adalah dengan mengembangkan image market dunia usaha. Misalnya kita bisa saja mengggulirkan trade mark ‘Timah’ ataupun ‘Lada’ pada setiap produk yang dihasilkan di Bangka Belitung sini. Dalam hal ini Pemeritah daerah dan ke otonomian sangat berperan dan mempunyai otoritas kekuasaan untuk membuat kebijakan public yang selanjutnya mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Melalui pencermatan informasi yang berkembang tentang analisis kesempatan dan peluang akan bisa menjadi lahan pemasaran dari dunia usaha. Apalagi jika ditingkatkan melalui produksi yang dikonsumsikan secara langsung kepada konsumen, tentunya akan cepat memperkenalkan Provinsi Babel pada suatu trade mark menjadi image market dan public image.

Dalam dunia usaha mata rantai ekonomi memang harus menjadi perhatian, mengingat break event cost dari suatu modal dan biaya lainnya dalam meyakinkan pasar terhadap sirkulasi produksi harus tidak terlalu besar antara satu pihak dengan pihak lainnya sebagai penanggung biaya suatu transaksi perdagangan.

Jika Provinsi Babel dijadikan sentra ekonomi, maka pahami dulu mata rantai ekonomi yang relevan di sini. Hal tersebut dapat kita lakukan melalui pemanfaatan kajian kesempatan dan peluang mata rantai ekonomi yang diciptakan kalangan dunia usaha di sini.

Oleh sebab itu, dua hari ini kecermatan masyarakat Babel dalam menentukan pilihan kepada Cagub dan Cawagub dipertaruhkan. Salah pilih berarti alamat trade mark Babel semakin terjun ke jurang. Tetapi jika pilihan kita tepat, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 1-2 tahun ke depan, nama Babel akan menasional atau bahkan mendunia terutama disektor kesejahteraan dan martabab. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved