Senin, 30 Maret 2015
Home » Kolom » Opini

Menguak Isu Profesionalisme Guru

Kamis, 12 April 2012 08:38 WIB

JABATAN guru adalah jabatan profesional. Untuk menjadi guru yang profesional di dalamnya termaktub hal-hal seperti memahami, mampu merencanakan, mampu melaksanakan dan mengevaluasi pengelolaan pengajaran dan pendidikan. Oleh karena itu, kehadiran seorang guru harus seorang yang profesional dalam arti memiliki keterampilan dasar mengajar yang baik, memahami dan menguasai bahan dan memiliki loyalitas terhadap tugasnya sebagai guru.

Keterampilan dasar mengajar dan seterusnya (seperti memahami dan menguasai bahan, mampu mengelola kelas) adalah sebagian kecil dari syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang guru. 

Kompetensi guru ini menjadi penting untuk dibicarakan karena menurut Winarto Surakhmat, kompetensi guru akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dan keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan. Dalam UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bab IV pasal 10 dinyatakan bahwa kompetensi yang harus dimiliki seorang guru meliputi, yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan terakhir adalah kompetensi sosial. 

Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing para peserta didik. Bila dijabarkan lebih luas karakteristik dari pada kompetensi profesional meliputi penguasaan materi bidang studi yang diajarkan, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, mengambangkan secara profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, memanfaatkan teknologi informasi, dan komunikasi untuk pengembangan diri.

Kompetensi Pedagogik
Adapun karateristik dari kompetensi pedagogik adalah Pertama, penguasaan karakteristik peserta didik. Kedua, penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip belajar. Ketiga, pengembangan kurikulum terkait dengan mata pelajaran yang diampu. Keempat, penyelenggaraan pembelajaran yang membelajarkan. Kelima, pemanfaatan teknologi komunikasi untuk pembelajaran. Keenam, pengembangan fasilitas pengembangan potensi peserta didik.

Ketujuh, penyelenggaraan penilaian dan evaluasi untuk pembelajaran. Kedelapan, pemanfaatan hasil penilaian dan evaluasi untuk pembelajaran. Kesembilan, pemberian tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kesepuluh, mampu membuat rancangan pembelajaran. Kesebelas, memilih dan menggunakan metode yang tepat. Kedua belas, mengelola kelas.

Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian memiliki karakteristik yang meliputi : Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bertindak sesuai aturan hukum, norma susila dan menghargai kebudayaan Indonesia. Kedua, menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik. Ketiga, menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa. Keempat, menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Kelima, menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Keenam,  berkepribadian menarik, hangat, harmonis, terbuka, kasih sayang, penolong, sabar dan adil, dan bersikap demokratis.

Halaman12
Editor: dedypurwadi
Sumber: bangkapos.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas