Peer Coaching
Menurut Permendiknas no 16 tahun 2007, seorang guru minimal menguasai empat kompetensi, yakni pedagogi, kepribadian, sosial ..
Guru SMPN1 Pangkalpinang
MENURUT Permendiknas no 16 tahun 2007, seorang guru minimal menguasai empat kompetensi, yakni pedagogi, kepribadian, sosial dan profesional, yang serta ditegaskan dalam Permenegpan dan Reformasi Birokrasi no.6 tahun 2009, seorang guru akan dinilai kinerja atas kompetensi yang dimilikinya,oleh sebab itu seorang guru dituntut terus untuk meningkatkan kinerjanya dengan melalui berbagai pendekatan antaranya pendekatan peer coaching.
Peer coaching merupakan bagian dari model coaching.
Coaching adalah sarana pengembangan profesional yang berfungsi sebagai satu katalisator untuk mendorong pembelajaran dan meningkatkan kinerja yang didasarkan pada kesadaran dan tanggung jawab pribadi. Coaching adalah proses dimana seseorang (pelatih) membantu yang lain (pebelajar) meningkatkan kinerjanya melalui belajar dengan melakukan proses: analisis situasi yang sedang dialami, menyusun tujuan atau target, mempertimbangkan tindakan, memilih dan melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana, mengecek kemajuan, dan mengevaluasi pembelajaran dan kinerja .
Dalam peer coaching, para guru berbagi pengalaman mereka, saling memberikan masukan, dorongan, bersama-sama memperbaiki keterampilan mengajar, ataupun memecahkan masalah dalam kelas.
Proses peer coaching membutuhkan minimal dua orang guru profesional yang bersedia bekerja sama dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Peer coaching adalah suatu cara pengembangan profesional yang ditujukkan untuk meningkatkan hubungan antarguru mitra dan mengembangkan proses pembelajaran yang mencakup kegiatan berbagi ide-ide baru, melakukan observasi kelas, merefleksikan dan memperbaiki cara mereka mengajar.
Hubungan mereka dibangun atas dasar kepercayaaan dan kejujuran, serta menjamin lingkungan di mana mereka belajar dan tumbuh bersama-sama. Oleh karena itu, peer coaching tidak menghakimi dan tidak bersifat evaluatif.
Hakikat peer coaching ialah pengembangan kolaborasi, perbaikan serta berbagi pengetahuan dan keterampilan.yang dapat tercapai dengan baik jika partisipan adalah mereka yang saling mengenal dan memiliki kepercayaan satu dan yang lain. Dalam model ini guru menerima dukungan, feedback, dan bantuan dari teman sejawatnya. Hal itu akan membantu guru mengurangi rasa terisolasi antara guru, meningkatkan kemampuan untuk mengimplementasikan strategi mengajar baru secara efektif, dan iklim sekolah yang positif.
Guru akan bekerja sama dengan koleganya untuk saling membantu, berbagi, dan mendiskusikan permasalahan pembelajaran di kelas seperti: demonstrasi mengajar, latihan, memberikan feedback, memberikan penguatan dan masukan-masukan untuk perbaikan.
Di sekolah, peer coaching dapat berupa suatu proses di mana dua atau lebih guru mengunjungi kelas satu sama lain dan kemudian keduanya bertemu untuk mendiskusikan pengamatan mereka dan membuat umpan balik dari apa yang mereka liha, saling menghadiri pertemuan mereka satu dan lainnya, mendiskusikan apa yang mereka dapat dan saling menolong memecahkan permasalahan yang ada.
Metode ini strategi yang efektif untuk mendorong melakukan refleksi dan analisa praktik pembelajaran, mengembangkan umpan balik yang spesifik dari waktu ke waktu, membantu pengembangan kerja sama antarguru di seluruh sekolah. Proses berbagi dalam peer coaching merupakan suatu proses siklis yang dirancang sebagai suatu perluasan hasil pelatihan sebelumnya. Artinya, dalam peer coaching, diupayakan ada proses awal yang harus dilalui berupa pelatihan dan atau sosialisasi yang didapatkan dari narasumber ahli sesuai dengan kebutuhan.
Penerapan peer coaching diharapkan dapat mendukung terjadinya: kolaborasi antarguru, berbagi ide, adanya rasa kebersamaan, dialog profesional, meningkatnya kompetensi guru. Sementara jika didasarkan pada dukungan timbal balik dalam proses peer coahing, model ini bertujuan memberikan kesempatan kepada guru untuk membantu satu sama lain serta berbagi kelebihan dan memperkecil kekurangan dalam mengajar.
Tahapan peer coaching disingkat dalam kata GROW ME yang berarti Goal, Reality, Option, What Next, Monitoring, dan Evaluation yang dikembangkan oleh Ng Pak Tee. Goal, yaitu menyusun tujuan atau target yang diharapkan; Reality, yaitu menganalisis kondisi saat ini; Option, yaitu mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan tindakan untuk dapat meraih tujuan; What’s Next atau Will, yaitu menentukan tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan dan melakukan tindakan untuk meraih tujuan; Monitoring, yaitu mengecek atau mengamati tindakan-tindakan yang dilakukan dan kemajuannya; Evaluation, yaitu melakukan refleksi terhadap semua tindakan dan kinerja yang dihasilkan.***
* Artikel diadaptasi dari Workshop Rintisan Model Pembinaan PTK Dikdas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar di Bali 24-27 April 2012