Minggu, 24 Mei 2026

Ceng Beng di Bangka Unik

BUNYI gendang dan dentuman kembang api menandai puncak perayaan Ceng Beng atau Sembahyang Kubur di Pekuburan Sentosa, Jalan

Tayang:

BUNYI gendang dan dentuman kembang api menandai puncak perayaan Ceng Beng atau Sembahyang Kubur di Pekuburan Sentosa, Jalan Soekarno Hatta, Pangkalpinang, Minggu (5/4) dinihari. Ribuan warga Tionghoa berziarah ke makam keluarga dan leluhur.

Perayaan Ceng Beng berlangsung meriah dengan digelarnya festival budaya yang dibuka oleh Kasubdit Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata, Hendri Karnoza. Festival ini diselenggarakan Pemkot Pangkalpinang bekerja sama dengan Yayasan Perkuburan Sentosa. Kegiatan ini tercatat sebagai agenda pariwisata untuk menyukseskan Visit Pangkalpinang 2015.

Hadir pada acara tersebut Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah, Wakil Wali Kota M Sopian, Ketua Yayasan Sentosa Johan Riduan Hasan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga Pangkalpinang Ahmad Elvian, serta para tamu undangan dari warga Tionghoa.

Sejumlah agenda perlombaan digelar mulai dari lomba fotografi Ceng Beng, pameran pernak-pernik, pesta lampion, karnaval lampion, piramida buah dan kue, lomba barongsai, festival seribu lilin hingga mendatangkan kesenian tanjidor dari Jebus.

"Even ini kalau bisa tahun depan kita pecahkan rekor MURI. Menurut catatan dari Kementerian Pariwisata bahwa evan ini merupakan even terbesar dan langka. Kenapa saya sampaikan langka karena saya yakin dan percaya tidak ada acara di Kementerian Pariwisata RI yang menyelenggarakan pagi-pagi sekitar jam 3 pagi," kata Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah dalam sambutannya pada pembukaan Festival Ceng Beng di Pekuburan Sentosa, kemarin.

Sejak Minggu dinihari sekitar pukul 03.00 warga Tionghoa tidak henti-hentinya mendatangi Pekuburan Sentosa. Mereka membawa berbagai jenis makanan, buah-buahan, minuman dan peralatan untuk Sembahyang Kubur seperti hio, lilin merah dan kertas yang digambarkan sebagai uang.

"Ini merupakan pertanda baik juga bagi warga Tionghoa yang menyelenggarakan acara pagi ini, karena mereka sangat yakin dan percaya di pagi yang sangat cerah ini merupakan energi terbesar di muka bumi ini. Pertanda baik bagi kita semua. Makna Ceng Beng cerah, saya yakin dan percaya kita sama-sama di sini selain menghormati tradisi leluhur, tradisi Yionghoa, masyarakat Pangkalpinang turut bersama mendukung terciptanya masyarakat yang cemerlang, yang cerah, yang diharapkan pada saatnya nanti Pangkalpinang dikenal di dunia internasional," kata Irwansyah.

Irwansyah mengharapkan seluruh masyarakat Pangkalpinang mendukung pelestarian budaya yang ada di Indonesia khususnya Pangkalpinang.

"Saya yakin dan percaya Pangkalpinang pada suatu saat nanti kami akan bekerjasama dengan PT Sriwijaya Air, kami akan membuka destinasi luar negeri, sehingga akan membuka penerbangan langsung. Bandara Depati Amir akan menjadi bandara internasional yang akan memudahkan wisatawan luar negeri hadir di tengah masyarakat," kata Irwansyah.

Sementara itu, Kasubdit Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Hendri Karnoza mengatakan pihaknya memberikan apresiasi luar biasa terhadap Festival Ceng Beng di Pangkalpinang.

"Ini unik menurut saya. Uniknya pagi hari jam 3 saya sudah bangun, terus terang terobati dengan tampilan yang luar biasa. Dari sudut pariwisata, potensi ini harus kita jaga dan harus kita kembangkan lebih luar biasa lagi," ujar Hendri.

Ia menilai perayaan Ceng Beng di Pangkalpinang memiliki dampak positif bagi daerah. "Efeknya para kerabat yang ada seluruh dunia hadir di sini. Pangkalpinang mempunyai objek atraktif," kata Hendri.
Tak hanya itu, kata Hendri, akses berita dan transportasi udara di Pangkalpinang sudah luar biasa. Begitu pun infrastruktur perhotelan tidak kalah dengan daerah lain. "Yang paling penting kesiapan daerah itu," ucapnya

Budaya yang unik
Ketua Yayasan Sentosa Pangkalpinang Johan Riduan Hasan mengatakan perayaan Ceng Beng telah dipersiapkan 10 hari sebelumnya dengan membersihkan kuburan dan mengecat. Warga Tionghoa mulau melaksanakan sembahyang kubur pada 26 Maret 2015 lalu.

"Memang masyarakat Tionghoa sangat sakrar, pada saat tertentu tidak bisa diganggu kuburannya karena bisa mengganggu kearmonisan keluarga dan lain-lain," ujar Johan.

Dengan perayaan Ceng Beng ini, Johan mengharapkan anak muda Tionghoa menggali dan memperkaya budaya agar bisa bermanfaat.
Johan mengungkapkan, banyak warga Tionghoa di luar negeri datang merayakan Ceng Beng di Bangka Belitung.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved