Kisah Pelacur Kelas Atas, yang Menjadi Mata-mata saat Perang Dunia I Berlangsung

Margaretha Gertruida (Grietje) Zelle alias Mata Hari alias H21, selain dikenal sebagai penari erotis juga seorang mata-mata kelas dunia

Kisah Pelacur Kelas Atas, yang Menjadi Mata-mata saat Perang Dunia I Berlangsung
Mata Hari | Wikipedia.org

BANGKAPOS.COM--Margaretha Gertruida (Grietje) Zelle alias Mata Hari (atau Matahari) alias H21, selain dikenal sebagai penari erotis juga seorang mata-mata kelas dunia.

Mata Hari boleh jadi memang seorang spionase yang kontroversial.

Tapi sepak terjangnya sebagai spionase hampir tenggelam oleh ketenarannya sebagai penari steaptease bahkan cenderung sebagai pelacur kelas atas di Eropa.

Hingga sekarang banyak kalangan yang meragukan Mata Hari adalah seorang agen ganda bagi Jerman dan Prancis, khususnya saat Perang Dunia I berlangsung.

Margaretha yang lahir di Leeuwarden, Belanda, 1 Agustus 1876 dan berasal dari keturunan orang-orang Belanda asli, secara fisik tidak seperti ras Kaukasia.

Kulitnya halus kecoklatan dengan rambut hitam dan tubuh langsing semampai.

Baca: Walikota Ini Serang dan Tendang Anggota Satpol PP Usai Pelantikan, Ternyata Ini Alasannya

Baca: Edan, Pria Ini Dipenjara Karena Perkosa Ternaknya, Negara Ini Malah Ada Prostitusi Hewan

Sepintas orang mengira ia mempunyai darah Timur atau tepatnya Jawa.

Maklumlah banyak orang Belanda yang di masa kolonial kawin dengan orang Jawa yang dijajahnya.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved