Sebelum Dihancurkan AS, Bagdad Ternyata Salah Satu Kota Terbaik dan Paling Beradap di Dunia
“Tapi saya belum pernah melihat kota dengan ketinggian lebih tinggi, lingkaran yang lebih sempurna, lebih memiliki keunggulan atau memiliki..."
BANGKAPOS.COM -- Kota Bagdad, Irak, telah lama dikenal sebagai ‘Negeri 1001 Malam’.
Kota ini menyimpan banyak budaya, melahirkan jutaan pemikiran, dan disebut kota paling beradab di dunia.
Baca: Aksi Pencak Silat Ini Bikin Petarung MMA Kelenger KO di Octagon
Bahkan fondasi kota ini pada 1.250 tahun yang lalu merupakan tonggak sejarah yang hebat dalam sejarah desain kota.
Bagdad sudah tua tapi tidak kuno. Kota ini didirikan pada tahun 762 oleh khalifah Abbasiyah al-Mansur.
Baca: Anak Membully di Bus Sekolah, Si Ayah Paksa Anak Berlari ke Sekolah Sebagai Hukuman, Hasilnya
Awalnya, Mansur diberitahu tentang sebuah kota dengan iklim yang menguntungkan oleh sebuah komunitas pendeta Nestorian.
Kota itu dekat dengan sungai Tigris dan sungai Efrat yang memberi potensi untuk menjadi "persimpangan jalan raya".
Baca: Wanita Ini Meninggal Tak Wajar Saat Berselingkuh di Hotel, dari Bohong Pada Suami Hingga Langganan
Apalagi ahli geografi dan sejarawan Arab abad kesembilan, Yaqubi, menulis Bagdad sebagai City of Peace, pusat dunia, ibukota Dar al-Islam yang terdepan.
Di sini sebagai tempat bagi ilmuwan perintis, astronom, penyair, matematikawan, pemusik, sejarawan, ahli hukum, dan filsuf.
Baca: Ada yang Lebih dari 50 Kg, Ini 5 Bongkahan Emas Terbesar di Dunia yang Pernah Ditemukan Masih Utuh
Itulah alasan yang membuat Mansur setuju mendirikan peradaban di kota ini.
Untuk itu, dia mulai mendesain kota. Di bawah pengawasan ketat, dia menyuruh para pekerja menggambar rencana kotanya di tanah dengan garis-garis.