Leisure Bangka Belitung

Selain Wisata Hutan Pelawan, Suasana Malam Juga Menjadi Daya Tarik, Bisa Lihat Tarsius

Hutan pelawan di Desa Namang sudah sepantasnya menjadi salah satu pilihan sebagai tempat kunjungan wisata.

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hutan pelawan di Desa Namang sudah sepantasnya menjadi salah satu pilihan sebagai tempat kunjungan wisata. Di areal hutan wisata ini ada ditemukan jenis pohon pelawan yang tingginya tidak melebihi dari 10 meter.

Bahkan di kawasan wisata Hutan Pelawan, berlokasi di Kabupaten Bangka Tengah masih ada berkembang biak hewan langkah khas Bangka Tengah yaitu mentilin dalam bahasa latin Tarsius bancanus merupakan salahsatu fauna identitas Bangka. Hewan ini terkadang dapat ditemukan pada saat malam hari.

Dikemukakan Wina salah seorang pengunjung Hutan Pelawan, mengemukakan agar perlu dikenalkan untuk di luar Bangka Belitung. Karena sebagai areal yang masih alami ini bisa menjadi potensi besar menjadi tempat wisata di Bangka.

Zaiwan salah seorang pengelola Wisata Hutan Pelawan di Desa Namang
Zaiwan salah seorang pengelola Wisata Hutan Pelawan di Desa Namang (Bangka Pos/Agus Nuryadhin)

Sementara pengelola Wisata Hutan Pelawan, Zaiwan menjelaskan di areal ini banyak terdapat jenis pohon kayu asli Bangka. Terutama kayu pelawan merupakan endemik di Bangka Belitung.

"Kayu Pelawan di Bangka Belitung ini dapat menghasilkan madu pahit Pelawan dan jamur (kulat)," jelas Zaiwan.

Bahkan kata Zaiwan, untuk penyebutan Pelawan ini juga ada di Sumatera an Kalimantan, namun tidak menghasilkan jamur (kulat) dan madu.

Di tempat ini juga dijadikan tempat menambah wawasan pengetahuan berupa edukasi untuk mengenal jenis kayu pelawan dan dapat mengenal jenis jamur pelawan.

Penulis: agusrya
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help