Ketenangannya seperti Mimpi, Damainya Tinggal di Desa Giethoorn, Tak Ada Jalan & Kendaraan Bermotor
Tak Ada Jalan, Tak Ada Kendaraan Bermotor, Begini Damainya Tinggal di Desa Giethoorn
BANGKAPOS.COM -- Di desa kecil Giethoorn, Belanda, ketenangannya hampir seperti mimpi.
Di sana, tidak ada kendaraan bermotor sama sekali.
Bahkan, tidak ada jalanan untuk dilewati mobil atau motor.
Para penduduk lokal dan wisatawan yang mengunjungi Giethoorn, bergerak dengan cara yang 'tenang': menggunakan sepeda, perahu, atau berjalan kaki.
Tidak banyak yang bisa dilakukan di desa ini kecuali berjalan-jalan di antara rumah-rumah asri beratap jerami dan melintasi kanal labirin.
Nama Giethoorn berasal dari abad ke-13, bermula dari kisah para petani yang kehilangan ternak kambingnya dalam peristiwa air bah 1170.
• Cek Disini, Ini Daftar Lengkap Formasi PPPK atau P3K & Alur Pendaftaran Tahap 1 di sscasn.bkn.go.id
"Goat horn" atau "Geytenhoren" kemudian disingkat menjadi Giethoorn.
Nama itu pun melekat hingga sekarang.
Dan berabad-abad setelah banjir besar, air terus menentukan sejarah dan lanskap kehidupan desa tersebut.
Di dekat Taman Nasional De Weerribben-Wielden, para pemerhati satwa liar mendaki lahan basan dan alang-alang rumah untuk bertemu dengan berang-berang hingga burung kormoran besar.
Anda juga dapat menikmati keindahan desa ini melalui jalur air–naik perahu dayung atau kano.
Tanpa suara bising dari kendaraan bermotor, suara alam menghidupkan pemandangan untuk semua indera.
• Harga Pertalite Tetap, Harga BBM Terbaru Hari Ini Setelah Pertamina Turunkan Bervariasi
Tips berkunjung ke Giethoorn
Untuk menikmati 'jam-jam emas' di Giethoorn, atur alarm Anda di pukul 6 pagi.
Kemudian abadikan sejuknya suasana pagi di desa tersebut.