Selamat Datang Para Laskar
Pecinta bola di daerah ini kini boleh lega, tim kesayangannya PS Bangka bakal menjajaki kompetisi Divisi Utama Badan Liga Amatir Indonesia.
Keberhasilan tim berjuluk Laskar Sekaban itu, memang membanggakan masyarakat penggila bola di Bangka. Betapa tidak, sepakbola di Babel belum mampu mencicipi aura kompetisi profesional. Sejak zaman perserikatan hingga berbagai julukan untuk kekompetisi di tanah air.
Selama ini Tim Laskar Sekaban hanya berkiprah di level tertinggi Divisi I PSSI. Seperti Persibabar Bangka Barat. Perjuangan menembus divisi utama sudah dilakoni Lapril sejak dipercaya menukangi PS Bangka tiga tahun silam. Namanyapun sempat dicoret menangani PS Bangka di Divisi II. Namun tak membuat dirinya patah arang. Pengurus PS Bangka kemudian kembali mempercayakan amanah itu kepadanya diakhir 2011 ketika PS Bangka berlaga di Divisi I. Kepercayaaan itu tak diasia-siakan. Tangan dinginnya mengangkat PS Bangka dikancah sepakbola nasional.
Langkah PS Bangka mencapai final Divisi Utama menjadi momentum paling membahagiakan bagi pendukung dan pencinta bola di daerah ini. Meski kalah di final Divisi I, sudah terbukti, tim yang diarsiteki Lapril disambut bak pahlawan. Sejak dari Bandara Depati Amir di Kampung Dul hingga keliling Kota Sungailiat.
Kini, momentum lolosnya PS Bangka ke Divisi Utama ISL ini, diharapkan menjadi awal dari kebangkitan persepakbolaan di Babel. Masyarakat pencinta bola di daerah ini tentunya tidak menginginkan klub kebanggaannya hanya sekadar menjadi penggembira pada kompetisi musim depan.
Manajemen PS Bangka yang menaungi klub tersebut, harus melakukan pembenahan diberbagai aspek, guna menyongsong kompetisi yang lebih berkualitas. Selain sarana dan prasana yang menunjang kompetisi, manajemen juga perlu menyiapkan pemain yang berkualitas. Pasalnya, pertarungan keras dan bermutu akan mengadang Hanto dan kawan-kawan. PS Bangka juga harus siap menghadapi tim lebih berkelas di Divisi Utama. Sebab tiap tim yang lolos ingin mencicipi aura Indonesi Super League sebagai kasta sepakbola tertinggi di tanah air. Dan itu tidak mudah.
Sebagai klub yang minim pengalaman berlaga di kompetisi lebih berkualitas, kita berharap manajemen PS Bangka sudah mengantisipasi segala kekurangan yang ada pada tim. Tak terkecuali pula, kelayakan stadion sebagai tempat laga kandang.
Kita berharap, ‘takhta’ yang diperjuangkan selama hampir 3 tahun untuk menapak kasta tertinggi- itu dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Jangan sampai, takhta itu runtuh hanya dalam rentang waktu yang singkat. Apalagi runtuh karena persoalan di luar kemampuan bermain bola. Tentu akan memalukan. (*)