Minggu, 3 Mei 2026

Kapal Express Bahari Terbakar

Jenazah Tiba, 4 Anak Almarhumah Muliyati Pingsan

Empat orang anak alamarhumah Muliyati langsung pingsan saat peti jenazah sang ibu tiba dikediaman mereka Sabtu (24/8/2013), di kawasan Simpang Air

Tayang:
Penulis: deddy_marjaya |

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Empat orang anak alamarhumah Muliyati langsung pingsan saat peti jenazah sang ibu tiba dikediaman mereka Sabtu (24/8/2013), di kawasan Simpang Air Ruay Pemali.

Ratusan pelayat yang hadir pun tampak tak kuasa menahan haru melihat kedatangan peti mati berisi jenazah almahrumah Muliyati. Sehari sebelumnya kejadian serupa terjadi saat kedatangan jenazah Zubir suami Muliyati. Suami istri ini merupakan korban meninggal kejadian terbakarnya kapal cepat Ekpres Bahari 8C di Selat Nasik Belitung, baru-baru ini.

"Informasinya mereka terpisah saat berusaha diselaamtkan Pak Zubir sempat berada disekoci sebelum meninggal sementara istrinya hilang di laut," kata salah seorang keluarga

Jenazah Muliyati tiba dikediamannya sekitar pukul 12.30 WIB dan telah dinantikan keluarga dan ratusan pelayat. Saat pintu mobil belakang dibuka untuk mengeluarkan peti tiba-tiba Beni salah seorang anaknya yang ikut menjemput di Bandar Depati Amir langsung pingsan.

Begitu juga Novi dan Inda dua putri almarhum. Saat peti mati dibawa kedalam rumah menyusul pingsan putra bungusnya Dharma. Hanya Beni putra ke tiga yang terlihat tabah. Sehingga selain mengurus kedatangan jenazah pelayat dan keluarga juga terlihat berusaha membantu anak-anak almarhumah.

Selang 15 menit kemudian jenazah almarhumah yang masih didalam peti mati dibawa menuju ke Masjid Darul Ulum sekitar 300 meter dari kediaman untuk disholatkan. Setelah disholatkan langsung dibawa ke TPU Air Ruay untuk dikebumikan.

Anak-anak almarhumah yang awalnya sudah agak membaik kembali satu persatu tumbang lemas dan pingsan dihadapan jenazah ibu mereka di area TPU. Hanya Hendri yang terlihat tabah dan mengumandangkan azan untuk ibunya tercinta.
Selanjutnya, jenazah almarhumah Muliayati dikeluarkan dari peti. Terlihat ada bekas darah yang mengalir dari kafan yang membungkusnya. Almarhumah dikebumikan persis disamping pusara suami tercintanya Zubir yang dikebumukan sehari sebelumnya.

"Mak tenang disana ya ketemu bapak sama abang," kata Novi terisak didepan jenazah ibunya sebelum diturunkan.
Almarhum Zubir dan istrinya Muliayati memiliki 6 anak salah satunya Dedy telah meninggal dunia akibat sakit malaria pada tahun 2011. Selain itu pasangan ini memiliki 6 orang cucu.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved