Australia Bikin Seminar Bahas Kinerja Pemerintahan Jokowi

Apa yang terjadi dalam enam bulan masa pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi tema yang dibahas dalam seminar

Australia Bikin Seminar Bahas Kinerja Pemerintahan Jokowi
ABC
Dari kiri: Dr Richard Chauvel, Prof Tim Lindsey, Dr Nadirsyah Hosen, Dr Dave McRae, and Dr Jemma Purdey. 

"Yang lebih dipentingkan adalah ekonomi dan pendidikan. Masih harus dilihat apakah dalam pemilihan presiden 2019, pemilih akan menjadikan rekor calon presiden dalam pemberantasan korupsi sebagai salah satu kriteria utama mereka dalam memilih," kata Dave McRae.

Dalam pembahasannya mengenai masyarakat sipil yang menjadi pendukung utama Jokowi sehingga terpilih menjadi Presiden, Dr Nadirsyah Hosen mengatakan bahw banyak kalangan sipil ini yang mulai kecewa dengan apa yang terjadi sekarang.

Menurut Nadirsyah, Jokowi merupakan presiden terlemah dalam sejarah Indonesia dalam hal dukungan politik.

"Bahkan dibandingkan dengan Presiden Gus Dur, Jokowi lebih lemah. Dulu Gus Dur masih mendapat dukungan penuh dari PKB, sedangkan sekarang Jokowi tidak mendapat dukungan sepenuhnya dari partainya sendiri PDIP," kata Nadirsyah.

Ketika ditanya apakah melihat kinerja Jokowi sekarang, dan melihat ke belakang, apakah Dr Nadirsyah kecewa bahwa dia memilih Jokowi dan bukannya Prabowo, Doktor pengajar di Universitas Wollongong ini mengatakan dia tidak kecewa.

"Jokowi tidak memiliki latar belakang pelanggaran HAM, dan tidak memiliki hubungan dengan keluarga Cendana. Saya akan tetap memilih Jokowi sebagai presiden," katanya.

Panelis terakhir Prof Tim Lindsey dalam bahasannya mengenai hubungan Indonesia dan Australia di bawah presiden Jokowi, mengatakan bahwa bentuk hubungan ini sangat berbeda dengan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "SBY sangat mementingkan hubungan luar negeri dan hubungan dengan Australia sangat erat. Australia sekarang harus melihat bahwa keadaan sudah berubah. Yang pasti Jokowi bukan SBY," kata Lindsey.

Dalam kesimpulan bahasannya, Dr Richard Chauvel dari Universitas Melbourne mengatakan salah satu pertanyaan yang tidak banyak dibahas mengenai enam bulan masa kepresidenan Jokowi adalah masih belum jelasnya Indonesia seperti apa yang hendak diciptakan oleh presiden asal Solo tersebut.

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved