Jumat, 10 April 2026

Ini Sederet Obyek Wisata Kalau Pelesir ke Muntok

KALAU Anda merencanakan liburan ke Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, masukkan agenda mengunjungi bagian

Kompas.com
Ilustrasi: Mobil BN 10 

KALAU Anda merencanakan liburan ke Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, masukkan agenda mengunjungi bagian barat Pulau Bangka yakni Kabupaten Bangka Barat, dengan ibu kota Muntok.

Kalau rajin membolak-balik buku pelajaran sejarah, Kota Muntok tercatat sebagai kota pengasingan para tokoh kemerdekaan pasca Agresi Militer Belanda di Yogyakarta tahun 1949. Bahkan Presiden Soekarno (Bung Karno) dan Wapres Mohammad Hatta (Bung Hatta) dan para tokoh lainnya diterbangkan ke Muntok dengan alasan supaya terisolir dari pergaulan dunia internasional.

Menuju Muntok dari Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Bangka Belitung memerlukan waktu sekitar 3 jam dengan untuk jarak 138 kilometer. Apa yang dikemukakan Irwandi Azwar, Director Batamasya Travel, salah seorang peserta fam trip yang diadakan Disbuspar Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (25/4/2015) lalu, layak menjadi renungan para stake holder sektor pariwisata di Provinsi Bangka Belitung.

"Bayangkan kita menempuh jarak 138 kilometer dengan waktu sekitar 3 jam dari Pangkalpinang ke Muntok. Selama 3 jam kita tidak melihat apa-apa yang menarik di jalan. Mobil jalan terus. Kalau memungkinkan di tengah perjalanan, wisatawan diajak singgah di satu tempat, seperti tempat wisata yang unik, di mana dia bisa menyaksikan sesuatu yang menarik. Jadi sambil santai, wisatawan bisa istirahat sebentar diselingi minum atau makan. Saya rasa itu lebih bermanfaat," paparnya di hadapan Camat Muntok, Rahmad Dalu dan jajarannya pada acara santap siang di Rumah Keboen.

Asal Usul Nama Muntok

Sekitar tahun 1724-1725, Sultan Mahmud Badaruddin I memerintahkan kepada istri dan para petinggi kesultanan untuk berangkat dan melihat serta memastikan lokasi yang akan dipilih untuk tempat tinggal keluarga dari Siantan, salah satu negeri di bawah kekuasaan Kesultanan Johor.

Kemudian mereka berangkat dari Palembang menuju Pulau Bangka. Setelah pelayaran sampai di perairan luar Sungsang, dari kejauhan Ratu melihat sebuah daratan yang merupakan bagian dari Pulau Bangka. Semakin dekat daratan yang dituju, ternyata daratan tersebut adalah sebuah tanjung. Maka Ratu berujar dalam bahasa Melayu Siantan, "Daratan Entoklah" atau "A Muntok jadilah" (kalau itu jadi) sambil menunjuk ke arah daratan tersebut

Maksud dari ucapan ini bahwa daratan yang di depan adalah tempat yang layak untuk kediaman keluarga dari Siantan. Ucapan Ratu tersebut selanjutnya menjadi cikal bakal pertama penamaan Muntok. Kata "entok" dalam dialek Melayu Siantan tersebut artinya "itulah". Setelah itu Sultan pun memerintahkan Wan Akub serta keluarga dari Siantan untuk mendirikan tempat tinggal di daerah tersebut.

Camat Muntok Rahmad Dalu menjelaskan, semboyan Kota Muntok adalah Kota "TIMAH" atau Tertib, Maju, Indah, Aman, dan Harmonis. Sebagai Kota Timah dan Kota 1.000 Kue, menurut Rahmad, wisata apa saja yang disukai wisatawan dalam dan luar negeri ada semua di Muntok. "Ada wisata sejarah, wisata alam, wisata pendidikan, wisata bahari. Semua ada di Muntok. Ada juga kelenteng dan masjid berdampingan. Toleransi di sini sangat tinggi," katanya.

Anda tertarik atau berencana melancong ke Bangka Barat? Berikut destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Kota Timah ini.

1. Pesanggrahan Menumbing

Pesanggrahan Menumbing merupakan destinasi wajib dikunjungi para pelancong. Jaraknya 12 kilometer dari kota Muntok. Pasalnya, di tempat dengan ketinggian 445 meter di atas permukaan laut (mdpl) inilah para tokoh kemerdekaan, Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan Belanda pasca Agresi Militer Belanda di Yogyakarta. Mereka diasingkan ke Muntok untuk membatasi pergaulan mereka berhubungan dengan dunia internasional. Selain Bung Karno dan Bung Hatta, para tokoh yang turut diasingkan ke Muntok adalah A Gafar Pringgodigdo, Ass'aat, Surya Darma, Ali Sastroamidjojo, Moh Roem, dan H Agus Salim.

Penjaga Pesanggrahan Menumbing, Mas Sutejo akan menunjukkan dan menjelaskan secara detil ruang-ruang bangunan yang dibangun tahun 1928 itu. Setelah memasuki ruang tamu, wisatawan akan melewati sebuah aula. Dulunya aula ini merupakan penjara untuk para tokoh republik sebelum dialihfungsikan sebagai tempat sidang tentara Belanda.

Di pojok ruangan terdapat mobil Ford Deluxe 8 silinder berpelat BN 10 yang sering digunakan Bung Hatta bolak-balik Muntok-Menumbing. Kamar Bung Karno ada di pojok ruangan. Suasana masih dipertahankan sesuai aslinya. Bung Karno sempat diasingkan di Pesanggrahan Menumbing. Namun karena tidak tahan dengan udara dingin, Bung Karno minta dipindahkan ke Pesanggrahan Muntok atau Wisma Ranggam.

Setelah tanggal 5 Juli 1949 diumumkan pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta, maka tanggal 6 Juli 1949, Bung Karno dan Bung Hatta serta para tokoh nasional itu diterbangkan ke Yogyakarta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved