Walaupun Murah, Prospek Bisnis Rumah Bersubdisi Lebih Menjanjikan
Pangsa pasar bisnis perumahan jenis perumahan sejahtera tapak lebih menjanjikan bila dibadingkan dengan perumahan tipe-tipe besar
Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pangsa pasar bisnis perumahan jenis perumahan sejahtera tapak atau perumahan bersubsidi lebih menjanjikan bila dibadingkan dengan perumahan tipe-tipe besar atau untuk masyarakat golongan menengah ke atas ini.
Harga perumahan sejahtera tapak ini sudah diatur oleh pemerintah. Kemudian mendapat subsidi langsung dari pemerintah melalui program sejuta rumah.
"Kalau yang marketnya besar di rumah tapak sejahtera itu harganya hanya Rp 110 juta. Pertanyaannya, apa bisa dibangun? Bisa tapi di pinggir kota karena jika di tengah kota harganya sudah mahal, yang infrastrukturnya dibantu pemerintah," ungkap Kepala Badiklat DPP REI Sudjadi yang sudah 25 tahun menjalani bisnis properti kepada bangkapos.com, Kamis (21/5/2015) di Hotel Tanjung Pesona.
Selain itu juga infrastuktur perumahan sejahtera tapak atau perumahan bersubsidi tersebut biasanya disediakan pemerintah.
Dia menilai perumahan bersubsidi yang ditawarkan pemerintah sangat membantu masyarakat karena bunga hanya satu persen.
"Kalau BTN uang mukanya hanya satu persen, suku bunganya hanya lima persen satu tahun, dalam jangka waktu 20 tahun. Itu subsidi yang sangat besar. Angsurannya hanya Rp 650.000 per bulan," jelas Sudjadi.
Untuk itu, ia juga ikut mengembangkan perumahan bersubsidi ini dan jika dibangun cluster baru langsung habis dipesan konsumen.
"Saya punya di Jawa Tengah sekarang yang masih berjalan tiga lokasi. Di Jawa Barat satu lokasi. Sebanyak 90 persen pembeli perumahan lewat KPR yang 10 persen kontan. Yang 10 persen kontan itu biasanya menengah ke atas. Kalau rumah tapak sejahtera itu tidak ada yang kontan lewat KPR karena mereka berpenghasilan rendah," ungkap Sudjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kepala-badiklat-dpp-rei-sudjadi-pukul-gong_20150521_144405.jpg)