Sabtu, 18 April 2026

Kabut Asap Renggut Nyawa Balita di Jambi

''Cukup abak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jangan lagi ada korban yang lain.''

tribunnews
Foto almarhumahn Nabila 

BANGKAPOS.com - Seorang anak berusia 15 bulan di Jambi, Nabila Julia Ramadhani, meninggal dunia akibat menderita batuk, pilek, dan gangguan pernapasan.

Diduga, putri kedua dari pasangan Ahmad dan Khomariah itu, sakit akibat kabut asap pekat yang melanda wilayah tersebut.

Kabar meninggalnya Nabila heboh setelah sang ibu mengunggah foto sosok Nabila di akun Facebook-nya.

"Cukup abak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jangan lagi ada korban yang lain. Sesak napas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab," begitu bunyi status si ibu disertai sejumlah fotonya dan anaknya.

BACA JUGA: Pangkostrad Jenderal Si Anak Medan Ditegur Tak Bentak-bentak Presiden

Belakangan status itu dihapus dari wall Facebook-nya.

Tribun yang Jumat (2/10/2015) sore menyambangi kediamannya mendapat cerita bahwa Nabila meninggal pada Selasa (29/9/2015).

Tiga hari sebelum Nabila wafat, Khomariah merasa anaknya itu selalu berusaha memeluknya lebih erat. Nabila juga menjadi agak pendiam.

Kemudian, pada hari ketiga, Khomariah membawa Nabila ke sebuah rumah sakit swasta di Jambi. "Rencana mau di nebulizer (nebulisasi)," ujar Khomariah.

Dia mengatakan bahwa dokter menyarankan agar Nabila dirawat inap. Namun, dua jam berada di instalasi gawat darurat (IGD), Nabila pun meninggal dunia.

BACA: Pakar NASA Sebut Bencana Asap 2015 Terburuk dalam Sejarah 

Khomariah belum berani mengatakan bahwa anaknya meninggal karena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Namun, dia mengiyakan perihal asap yang menjadi pemicu.

Terkait hal itu, Kepala Rumah Sakit Theresia, Asianto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian balita tersebut.

"Saya belum bisa memberikan informasi, besoklah ya saya cek dulu," kata Asianto.

Dia menyebutkan, manusia tidak dapat langsung meninggal dunia dalam waktu singkat akibat ISPA. Kecuali ada penyakit lain yang memicunya, seperti gangguan paru-paru atau jantung.

"Mesti ada dasar penyakit lain, ya kalau anak-anak memang masih rentan. Paling tidak paru-parunya bisa kurang sehat untuk ke depannya. Asapnya bisa numpuk di paru-paru," tuturnya. (Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Tags
kabut asap
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved