Breaking News
Sudah Dipukuli, Ditelanjangi Oleh Puluhan Oknum Polisi Malah Damai
Andri yang mewakili keluarga Izul, resmi mencabut laporan yang mereka buat di Satreskrim Polres Pangkalpinang, Rabu (30/9/2015) silam.
Penulis: Antoni Ramli | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus pengeroyokan yang melibatkan 26 oknum anggota Dit Sabhara Polda Babel dengan tiga pengantar ayam Izul (24), Yanto (29) dan Rahmat akhirnya berujung damai.
Andri yang mewakili keluarga Izul, resmi mencabut laporan yang mereka buat di Satreskrim Polres Pangkalpinang, Rabu (30/9/2015) silam.
Kapolres Pangkalinang AKBP Heru Budi Prasetyo tak menampik kabar yang menyebutkan bahwa kedua belah pihak telah berdamai.
BACA : Korban Pengeroyokan Oknum Polisi Mendapat Rp 14 Juta/Orang
BACA JUGA : 26 Anggota Sabhara Polda Babel Terancam Sanksi Disiplin
Kesepakatan damai tersebut merupakan inisiatif dari kedua belah pihak.
Menurut mantan Kasigakkum Dit Polair Polda Babel itu kedua belah pihak baru menyadari, jika kasus pengeroyokan itu terjadi akibat dipicu emosional sesaat.
" Benar kedua belah pihak telah berdamai. Mereka pun telah mencabut aduannya. Ini inisiatif kedua pihak," kata Heru Budi.
BACA JUGA : Polisi Ini dan Puluhan Rekannya Keroyok dan Telanjangi Teman Sekolah
"Mereka baru sadar kalau kejadian ini terjadi karena emosi sesaat," ujar Kapolres di dampingi Kasat reskrim AKP Sopian dan Kasat Intelkam Iptu M Adi Putra Senin (12/10/2015).
Diberitakan sebelumnya Izul, Yanto dan Rahmat menjadi korban pengeroyokan puluhan oknum anggota Sat Sabhara Polda Babel, Rabu (30/9/2015) dini hari lalu.
Sebelumnya Izul (24), Yanto (29) dan Rahmat (24), tiga pengantar ayam yang dikeroyok anggota polisi Direktorat Sabhara Polda Babel mendatangi Polres Pangkalpinang, Senin (5/10) siang. Mereka didampingi Rosi, kakak Izul.
Dalam kunjungan kali ini, Izul mengungkap identitas dua pelaku pengeroyok yang dikenalnya. Seorang dari dua pelaku itu adalah teman sekolahnya.
"Saya tahu karena mereka ada ke rumah ngajak berdamai. Bahkan yang satu itu bekas teman sekolah saya," kata Izul di Polres Pangkalpinang, Senin (5/10).
BACA: Polisi Ini Kalah Duel, lalu Bawa Puluhan Kawan Keroyok Pengantar Ayam
Izul Cs awalnya hendak bertemu Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo. Sayang, pucuk pimpinan Polres Pangkalpinang itu tidak berada di tempat. Izul Cs kemudian diterima Wakapolres Pangkalpinang Kompol Andreas Purwanto di ruang kerjanya.
"Kami ke sini minta keadilan sekaligus menanyakan tindak lanjut dari kasus pengeroyokan yang dialami para korban," ujar Rosi, kakak Izul, di tempat yang sama.
BACA: SPBU Mendadak Jadi Tempat "Mangkal" Gadis-gadis Cantik
Izul Cs berbincang-bincang dengan di ruang wakapolres selama kurang lebih 30 menit.
Menurut Rosi, pihak kepolisian berkomitmen akan transparan dalam menangani kasus pengeroyokan yang melibatakan anggota Sabhara Polda Babel ini.
"Tanggapannya positif, dari ruang Wakapolres kami diarahkan ke ruang reskrim. Mereka pun berjanji akan transparan, harapan kami hukum tetap di tegakkan," katanya.
Selanjutnya, Izul Cs menjalani pemeriksaan tambahan selama hampir satu jam. Di hadapan penyidik, mereka mengungkap identitas beberapa pelaku pengeroyok yang dikenalnya. Izul menyebut dua inisial nama anggota Ditsabhara yang mengeroyoknya yaitu Db dan Ne.
Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Bangka Pos dan Babel News, edisi Selasa, 13 Oktober 2015.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tiga-pengantar-ayam-izul-24-yanto-29-dan-rahmat_20151012_204925.jpg)