Kamis, 16 April 2026

Pembangunan Objek Wisata di Pulau Bangka Masih Setengah Hati

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Babel, Tajuddin mengatakan selama ini dinas yang dia pimpin tidak memiliki sumber pendapatan untuk daerah.

bangkapos.com/Iwan S
Pemandangan matahari tenggelam dari pantai Tanjung Putat Belinyu. Tanjung Putat sendiri merupakan salah satu objek wisata yang ada di dalam wilayah Teluk Kelabat. 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Hampir semua masyarakat Toboali mengenal Pantai Laut Nek Aji.

Beberapa gazebo atau tempat istirahat baru saja dilakukan perawatan khususnya di bagian sebelah kiri wisata.

Melongok ke sebelah sisi kanan atau tepatnya di bagian bawah kawasan Benteng Toboali terlihat dalam keadaan rusak.

Atap gazebo telah hancur berantakan serta beberapa kursi yang terbuat dari batu terlihat tumbang.

Saat disambangi selepas hujan, hampir semua gazebo digenangi air, Rabu (17/11). Di bibir pantai, sampah plastik makanan dan minuman berserakan.

Padahal, setiap hari warga sekitar selalu berkunjung untuk sekadar melepas lelah ataupun mengajak anak-anak bermain.

Fasilitas toilet memang disediakan, tetapi minim perawatan.

Beberapa kegiatan besar pemerintah hingga masyarakat sering dilaksanakan di tempat ini, tepatnya di lapangan bola sebelum menuju ke bibir Pantai Nek Aji Toboali.

Kondisi tersebut menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah setengah hati mengembangkan potensi wisata.

Hal itupun diakui pelaku pariwisata di Bangka Selatan, Dodi saat berbincang- bincang dengan Bangka Pos belum lama ini.

"Saat ini masih wisatawan lokal saja belum secara nasional, memang semua tergantung promosi wilayahnya. Jika memang kita serius dan mendapat perhatian dari pemerintah mungkin bisa berkembang seperti Pantai Tanjung Krasak atau Tanjung Kubu," jelasnya.

Kondisi serupa di Pantai Tungau Desa Planggas Kecamatan Simpangteritip, Bangka Barat.

Andi (40) warga Dusun Tungau Sadar Jaya Desa Planggas menyebutkan, belum ada penjual baik warung maupun toko di seputaran Pantai Tungau.

"Pantai ini hanya ramai di hari tertentu saja. Biasa pedagang yang menggunakan motor," katanya.

Sedangkan objek wisata yang berada di antara Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu dan Mako Lanal Babel sudah belasan tahun tanpa perubahan.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved