Pembangunan Objek Wisata di Pulau Bangka Masih Setengah Hati
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Babel, Tajuddin mengatakan selama ini dinas yang dia pimpin tidak memiliki sumber pendapatan untuk daerah.
Menurut warga sekitar Tanjung Putat, Irwan, seharusnya ada perhatian pemerintah daerah untuk pengembangan Tanjung Putat seperti dengan menambah fasilitas pondok-pondok peristirahatan.
"Kalau bisa ditata lagi, ini air tawar saja nggak ada. Sayang kalau tempat sebagus ini kurang perhatian," imbuhnya.
Lurah Air Jukung, Helsiana mengakui tidak ada pengembangan untuk objek wisata Tanjung Putat. Padahal tempat tersebut setiap sore tidak pernah sepi dari kunjungan warga.
"Dari dulu memang ramai karena dekat kota, orang jualan juga lumayan hasilnya. Tempat itu berkembang sendiri," ungkap Helsiana.
Pendapatan pajak
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Babel, Tajuddin mengatakan selama ini dinas yang dia pimpin tidak memiliki sumber pendapatan untuk daerah.
Namun dinas di daerah mendapatkan pemasukan karena kepengurusan izin usaha.
"Sumber pendapatan daerah itu dari kabupaten dan kota, PAD banyak pajak hotel, restoran itu dipungut dan jadi pendapatan pariwisata kabupaten/kota. Makin tahun makin besar pajak restoran dan hotel," kata Tajuddin
Dijelaskan Tajuddin, tidak adanya pendapatan dari pariwisata Babel dikarenakan semua hal yang berkaitan dengan izin digratiskan.
Hal itu dilakukan untuk mendorong semakin majunya bisnis Pariwista di Babel.
"Untuk pariwisata pendapatannya tidak langsung, tapi ada multiplayer efe. Jika banyak wisatawan yang datang makin banyak pendapatan masyarakat. Jadi sektor pariwisata itu multiplayer efeknya wisatawan, usaha pariwista ini kembali untuk masyarakat itu usaha ikutannya misalnya membuka rental mobil, souvenir, rumah makan, itu multiplayer efek dari pembangunan pariwista," ujarnya.
Alokasi anggaran untuk bidang pada tahun 2015 Rp 24 miliar naik dari tahun 2014 Rp 22 miliar.
Terpisah Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Basel mengakui, hingga saat ini belum ada sumber pariwisata yang menjadi pendapatan wilayahnya.
"Ada Perda nomor 23 tahun 2011 mengenai retribusi rekreasi dan sarana olahraga, untuk pariwisata belum, tetapi olahraga sudah ada.Saat ini kita masih fokus dalam perbaikan fasilitasnya yang nanti bermuara ke sana (pendapatan daerah)," ungkap Kepala Disparbudpora Basel, Husni didampingi Sekretarisnya, Ahmad Syafri, Kamis (19/11).
Menurutnya, jika masyarakat telah menikmati maka pemerintah baru dapat menarik retribusi secara jelas dan tepat.
"Untuk tahun ini dari Rp 5,4 Miliar untuk anggaran pariwisata diberikan sebesar Rp 1,3 Miliar, untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada. Fokus kita saat ini di Pantai Tanjung Krasak seperti pembangunan landscape, gazebo enam unit, kamar ganti dan toilet dengan penyelesaian sekitar 90 persen," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tanjung-putat-belinyu_20151104_133119.jpg)