Sabtu, 11 April 2026

Wapres Minta Pelaku Penembakan di Polsek Sinak Harus Segera Ditangkap

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menegaskan kasus penembakan Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua harus segera diungkap, dan pelakunya ditangkap.

Editor: fitriadi
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menegaskan kasus penembakan Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua pada hari Minggu lalu (27/12/2015) harus segera diungkap, dan pelakunya ditangkap.

"Jadi siapa yang bersalah tentu harus dapat langkah-langkah hukum, harus," kata Jusuf Kalla kepada wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (28/12/2015).

Ia mengimbau aparat keamanan seperti Polisi dan TNI untuk mengambil langkah-langkah tegas bila diperlukan, untuk mengantisipasi terulangnya aksi teror oleh Organisasi Tak Dikenal (OTK) ke aparat negara.

"Tentara atau polisi akan ambil langkah-langkah yang keras untuk menegakkan hukum di sana," terangnya.

Pascapenyerangan yang menewaskan tiga anggota Polri itu, Jusuf Kalla berharap pengamanan di kawasan Papua bisa terus diperketat. Terutama mengingat pada malam tahun baru 31 Desember mendatang, Presiden Joko Widodo akan merayakannya di Papua.

"Ada kejadian itu atau tidak, pengamanan harus ketat," jelasnya.

 Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan ikut bicara soal penyerangan oleh kelompok bersenjata ke Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (27/12/2015) kemarin.

Akibat penyerangan itu, tiga anggota polisi yang tengah berjaga di Polsek Sinak tewas dan tujuh pucuk senjata api ikut hilang diduga diambil pelaku yang jumlahnya puluhan.

Penyerangan terjadi jelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Papua pada 29 Desember 2015 besok hingga 31 Desember 2014 di ‎Merauke, Wamena, Sorong, dan Raja Ampat.

"‎Kapolda dengan kekuatan pembantuan sudah di lokasi (Polsek Sinak). Untuk jenazah yang gugur telah dievakuasi ke Jayapura. Selain melakukan penyelidikan dengan tim investigasi, para pelaku juga tengah diburu," tutur Budi Gunawan, Senin (28/12/2015) di rupatama Mabes Polri.

Budi Gunawan menuturkan berdasarkan penyelidikan sementara Polri menduga ‎pelakunya ialah Tentara Papua Merdeka (TPM) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Sementara indikasi dari kelompok TPM. Mereka pernah melakukan kejadian yang sama pada 2013, korbannya TNI dan masyarakat sipil," tegas Budi Gunawan.

‎Terkait kunjungan Jokowi ke Papua, jenderal bintang tiga ini menambahkan sementara ini settingan kedudukan pasukan di Papua sudah dirasa cukup. Hanya memang empat lokasi yang akan dikunjungi beliau dijaga terus.

 Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan ikut bicara soal penyerangan oleh kelompok bersenjata ke Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (27/12/2015) kemarin.

Akibat penyerangan itu, tiga anggota polisi yang tengah berjaga di Polsek Sinak tewas dan tujuh pucuk senjata api ikut hilang diduga diambil pelaku yang jumlahnya puluhan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved