Jumat, 8 Mei 2026

Wapres Minta Pelaku Penembakan di Polsek Sinak Harus Segera Ditangkap

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menegaskan kasus penembakan Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua harus segera diungkap, dan pelakunya ditangkap.

Tayang:
Editor: fitriadi
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Penyerangan terjadi jelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Papua pada 29 Desember 2015 besok hingga 31 Desember 2014 di ‎Merauke, Wamena, Sorong, dan Raja Ampat.

"‎Kapolda dengan kekuatan pembantuan sudah di lokasi (Polsek Sinak). Untuk jenazah yang gugur telah dievakuasi ke Jayapura. Selain melakukan penyelidikan dengan tim investigasi, para pelaku juga tengah diburu," tutur Budi Gunawan, Senin (28/12/2015) di rupatama Mabes Polri.

Budi Gunawan menuturkan berdasarkan penyelidikan sementara Polri menduga ‎pelakunya ialah Tentara Papua Merdeka (TPM) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Sementara indikasi dari kelompok TPM. Mereka pernah melakukan kejadian yang sama pada 2013, korbannya TNI dan masyarakat sipil," tegas Budi Gunawan.

‎Terkait kunjungan Jokowi ke Papua, jenderal bintang tiga ini menambahkan sementara ini settingan kedudukan pasukan di Papua sudah dirasa cukup. Hanya memang empat lokasi yang akan dikunjungi beliau dijaga terus.

 Bantah Penembakan di Pesawat

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Suharsono, membantah informasi yang menyebutkan penembakan pesawat yang membawa rombongan Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw ke Polsek Sinak.

"Soal penembakan itu tidak ada, hanya memang terdengar suara seperti suara tembakan. Pilot lalu berputar. Dan sekarang pesawat sudah mendarat ke TKP (Puncak)," ujar Suharsono, Senin (28/12/2015) di Mabes Polri.

‎Diutarakan Suharsono, dari keterangan pilot memang terdengar suara tembakan sehingga pilot mengambil kebijakan untuk memutar pesawat untuk memastikan apakah memang ada suara tembakan.

"Pilotnya memutar dulu untuk memastikan. Dan memang terdengar suara seperti itu menurut keterangan pilotnya," ucap Suharsono.

Suharsono menambahkan kebijakan itu diambil oleh pilot tentunya mengkedepankan keamanan. Dan pilot tidak akan mengambil risiko.

"Pilot tidak mau mengambil risiko, intinya safety yang utama. Dan pesawat juga mendarat di Puncak dari Wamena dengan selamat," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Twin Otter milik Trigana yang membawa rombongan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Senin, sekitar pukul 10.15 WIT kabarnya ditembak kelompok bersenjata saat hendak tiba di Sinak, Ibu Kota Kabupaten Puncak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved