Senin, 11 Mei 2026

Ingat, Inilah 7 Penyakit Selain Virus Zika yang Ditularkan oleh Nyamuk

Perubahan musim di Indonesia yang tengah memasuki musim hujan meningkatkan insiden beberapa penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Umumnya virus ...

Tayang:
Harunyahya.com
Ilustrasi 

PENYEBARAN virus Zika yang cepat telah mengkhawatirkan banyak pihak, membuat WHO (Wolrd Health Organization) menyatakan virus Zika sebagai kasus kedaruratan kesehatan masyarakat.

BACA: Inilah Binatang-binatang yang 'Berhati Manusia'

Khususnya di Indonesia, selain virus Zika juga perlu diwaspadai adanya beberapa penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk.

Perubahan musim di Indonesia yang tengah memasuki musim hujan meningkatkan insiden beberapa penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Umumnya virus atau parasit tersebut akan masuk ke dalam tubuh nyamuk, berkembang biak, untuk kemudian ditularkan kepada manusia. Adapun hal tersebut yang dikutip dari klikdokter , yakni:

1. Malaria
Parasit penyebab malaria ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, yang sering menggigit pada waktu senja hingga fajar. Penyakit ini memiliki angka kematian yang cukup tinggi terutama pada kelompok bayi, anak balita, dan ibu hamil.

Gejala yang ditimbulkan adalah demam, menggigil, dan gejala seperti flu selama sekitar tujuh hari. Selain Indonesia, daerah yang juga sering mengalami kasus malaria adalah Afrika sub-Sahara, Asia, dan Amerika Latin. Terapi yang efektif saat ini adalah dengan terapi ACT (artemisinin-based combination).

2. Dengue
Virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kejadian infeksi dengue saat ini sedang meningkat di Indonesia seiring musim pancaroba yang terjadi. Di luar Indonesia, kejadian infeksi dengue juga sedang meningkat di kawasan Hawaii.

Setiap tahunnya di dunia, 400 juta orang terinfeksi dengue yang menjadi penyebab penyakit dan kematian utama pada daerah beriklim tropis dan subtropis. Infeksi dengue dapat bermanifestasi sebagai demam dengue atau demam berdarah dengue (DBD).

Gejala awal DBD berupa demam tinggi mendadak yang berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata, nyeri otot, terkadang disertai tanda perdarahan seperti bintik-bintik merah, dan pada infeksi berat menimbulkan gangguan saluran cerna, syok hingga kematian.

Untuk vaksin dengue di Indonesia, diharapkan tahun 2016 ini sudah dapat beredar untuk masyarakat.

3. Chikungunya
Chikungunya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Karakteristik infeksi chikungunya mirip dengan DBD seperti demam mendadak, menggigil, mual, sakit kepala, dan bintik-bintik kemerahan pada kulit, namun ditambah keluhan spesifik nyeri sendi terutama sendi siku, lutut, pergelangan tangan dan kaki, serta nyeri otot yang berlangsung sekitar satu minggu.

Kejadian chikungunya juga meningkat pada daerah Eropa, sekitar Samudra Pasifik dan Hindia. Membedakan dengue dan chikungunya saat ini dilakukan melalui isolasi virus, serta gejala chikungunya yang lebih dominan yakni nyeri di daerah persendian.

4. Demam Kuning
Virus demam kuning atau yellow fever ditularkan melalui spesies nyamuk Aedes atau Haemagogus.

Umumnya orang yang terinfeksi demam kuning tidak menunjukkan gejala atau hanya bergejala ringan. Gejala awal biasanya demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah.

Vaksin demam kuning dianjurkan untuk orang berusia lebih dari 9 bulan yang akan memasuki daerah risiko transmisi demam kuning, seperti Afrika dan Amerika Selatan. Di Indonesia, vaksin ini dapat diperoleh di beberapa klinik dan kantor kesehatan bandar udara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved