Senin, 4 Mei 2026

Ceng Beng, Momen Ribuan Warga Tionghoa Berziarah Sekaligus Berwisata ke Bangka

Ribuan warga Tionghoa akan datang berziarah ke Pulau Bangka saat perayaan tradisi Ceng Beng 5 April mendatang.

Tayang:
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Iwan Satriawan
Dua buah batu raksasa yang dinamakan Batu Gerbang di pintu masuk Pantai Romodong, Belinyu, Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ribuan warga Tionghoa akan datang berziarah ke Pulau Bangka saat perayaan tradisi Ceng Beng (sembahyang kubur) 5 April mendatang.

Warga Tionghoa itu tersebar di kota-kota besar di Indonesia maupun yang merantau ke luar negeri seperti Hongkong, Amerika Serikat, RRT dan negara lain.

Mereka akan berziarah ke makam-makam leluhur mereka yang tersebar di kota-kota di Pulau Bangka seperti Pangkalpinang, Sungailiat, Muntok, Belinyu, Koba dan Toboali.

Tradisi tahunan Ceng Beng sendiri merupakan wujud bhakti kepada leluhur maupun orang tua yang sudah tiada dan merupakan moment sakral bagi warga keturunan Tionghoa dimanapun mereka berada.

Sejarah panjang Pulau Bangka dan etnis Tionghoa menjadikan sebagian warga keturunan Tionghoa mengganggap Pulau Bangka adalah tanah leluhurnya bukan negeri Cina.

 

Pantai Tanjung Putat, Belinyu. (Bangkapos.com/Iwan Satriawan)

Pelaku wisata Belinyu sekaligus panitia Ceng Beng Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka Andre Tanjung mengungkapkan, untuk wilayah Kecamatan Belinyu sendiri diperkirakan ada 2000 an perantau yang kini tersebar di kota-kota besar Indonesia maupun luar negeri yang akan datang melaksanakan tradisi Ceng Beng.

"Itu belum kota-kota lain seperti Pangkalpinang, Sungailiat. Mereka biasanya datang rombongan. Satu keluarga kan biasanya bawa anak-anaknya juga," ungkap Andre kepada Bangkapos.com, Minggu (27/3/2016).

Menurutnya, para perantau yang akan melaksanakan tradisi Ceng Beng secara bertahap kini mulai berdatangan ke Pulau Bangka karena sebagian ada yang langsung merayakan moment Paskah.

"Yang merayakan Paskah sudah berdatangan dan sebagian berangkat lagi tapi ada juga yang menunggu hingga Ceng Beng. Kalau di Belinyu puncak Ceng Beng tanggal 4 April mendatang," jelasnya.

‎Andre memastikan, moment Ceng Beng memberikan pengaruh yang besar terhadap geliat perekonomian maupun wisata di Pulau Bangka.

Pasalnya selain berziarah, para perantau yang datang untuk melaksanakan tradisi Ceng Beng biasanya langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berwisata di sejumlah objek wisata yang ada di Pulau Bangka.

"Kalau di Belinyu biasanya ke Pulau Putri, Batu Dinding, Romodong, benteng Kuto Panji dan objek wisata di Sungailiat seperti Puri Tri Agung dan pantai-pantainya," ujar Andre.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved