Arisan Online Merebak, Istri Berhutang Ratusan Juta Rupiah
Para korban yang ikut arisan online di media sosial ini jika sudah terjerat sulit untuk keluar karena terjerat utang yang tidak jelas.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat harus lebih waspada terhadap investasi atau arisan bodong yang marak tersebar di media sosial.
Saat ini sudah banyak masyarakat terutama para ibu rumah tangga (IRT)yang terjerat arisan online.
Para korban yang ikut arisan online di media sosial ini jika sudah terjerat sulit untuk keluar karena terjerat utang yang tidak jelas.
PS, warga Sungailiat yang menjadi korban arisan online mengaku dia terjerat arisan ini sejak dua bulan pada Februari 2016 lalu. Awalnya mau berinvestasi karena diajak oleh teman-temannya di media sosial.
"Awalnya ade duit sedikit inves dulu, ade kawan-kawan yang ngajak ikut arisan online. Masuk ke forumnya di Arisan Babel. Kata kawan-kawan untungnya lumayan. Masuk lah aku ke arisan online," ungkap PS yang masuk ke arisan online seizin suaminya kepada bangkapos.com.
Dia ikut arisan mingguan, bulanan dan arisan duet get, awalnya uang arisan itu masih bisa dibayarnya tetapi karena banyak member masuk ke arisan tersebut untuk menutupi arisan itu dia terpaksa ikut arisan lain, sehingga utang untuk membayar arisan menumpuk.

PS mengikuti arisan duit dengan Judul arisan "Get 3 juta per 2 minggu". Disitu owner atau bandar menawarkan seat kepada member - membernya. Satu seat bisa dibuka 2 orang yakni dengan sebutan No.1 dan No. 2. Disini nomor 1 sebagai peserta mendapatkan tarikan pertama dan No. 2 wajib membayar lebih dulu. Tarif yang diberlakukan per peserta tidak sama besarnya.
No. 1 harus membayar Rp.2 juta dan peserta No dua hanya membayar Rp 1 juta. Pada awal penarikan peserta nomor dua yang disebut sebagai pemodal memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada owner. Uang tersebut akan dicairkan owner kepada peserta no.1 dengan sebesar Rp.900 ribu setelah dipotong biaya administrasi Rp.100.000 oleh owner.
Dalam waktu dua minggu, peserta No 1 harus membayar Rp 2 juta kepada owner dan owner akan mencairkan uang Rp 1,9 juta kepada peserta no 2 dengan potongan administrasi Rp.100.000.
Diakui PS dalam arisan ini, peserta no 1 sudah dirugikan hanya saja mendapat tarikan diawal. Sedangkan peserta No 2 akan diuntungkan dengan pengembalian modal dan hasil investasi yang tidak sedikit.
Sementara pihak owner pun mendapatkan keuntungan dari administrari yang ditarik bisa dari nominal arisan atau disetorkan diawal.
"Seat ditentukan Owner atau bandar. Berapa besarannya setoran No.1 dan No.2 dan biaya administrasi semua ditentukan owner. Tidak tahu dari mana mereka mendapatkan perhitungannya," kata PS.
Dia terpaksa harus ikut arisan baru untuk menutup setoran ke arisan-arisan sebelumnya.
"Orang senang karena saya on time, isilah nomor satu untuk membayar besok pastilah ngegap lagi arisan bayar arisan yang lainnya. Padahal duit ariasannya dak pernah diterima. Misalnya japo (jatuh tempo) Rp 2 juta tidak bisa bayar buka kloter arisan lagi ku ambil satu set dapat Rp 900.00 yang Rp 2 juta ku tinggal transfer tapi gak pernah terima duit karena nyetor lewat bandar atau onwer. Lah masuk arisan ni susah keluernya kayak lingkaran setan," sesal PS didampingi suaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rupiah-22_20151104_081838.jpg)