Jumat, 24 April 2026

Arisan Online Merebak, Istri Berhutang Ratusan Juta Rupiah

Para korban yang ikut arisan online di media sosial ini jika sudah terjerat sulit untuk keluar karena terjerat utang yang tidak jelas.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Rupiah 

Diakuinya mulai tanggal 16 April lalu tidak bisa membayar arisan lagi. Namun pihak bandar dan member arisan yang lain marah, mereka tidak mau membayar. Kemudian dia minta bertemu dengan bandar dan member arisan. Saat pertemuan tersebut dia harus membayar total arisan ratusan juta.

"Ku ni dak nek agik nek diapa pun dilapor polisi terserah, daripada ku mati kelak lebih baik ku mati sekarang. Ku bilang kelak yuk ku bayar ku jaminan modal yang ku dapat tetapi mereka dak mau harus bayar arisan," ungkap ibu empat anak ini.

Kapolres Bangka, AKBP Sekar Maulana, prihatin maraknya arisan online yang menjebak para ibu rumah tangga.

Dia mengatakan, informasi mengenai arisan online ini bisa menjadi bahan penyelidikan bagi pihak kepolisian.

"Saya terima kasih atas informasi yang kami terima. Ini bisa menjadi bahan penyelidikan kami terkait ada atau tidak adanya unsur pidana," kata Sekar Maulana.

Ia mengingatkan kepada masyarakat bahwa ditengah-tengah perekonomian melemah ini, ada oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan seharusnya jangan memcari mencari keuntungan dengan cara-cara tidak benar bahkan secara logika tidak logis.

"Saya imbau kepada masyarakat ditengah kondisi perekonomian yang masih kurang baik ini. Seharusnya tidak ditambahkan dengan mencari keuntungan dengan cara - cara secara logika saja itu tidak logis. Itu wajib diwaspadai.

Karena bisa berakibat kepada yang bersangkutan sendiri. Keinginan ingin banyak keuntungan tanpa melakukan apapun mengharapkan hasil yang banyak. Menganggap yang bisa bekerja. Nah, itu kita bisa waspadai," pesan Sekar Maulana.

Belasan owner arisan online yang juga termasuk member arisan online, mengelar konfrensi pers dengan para wartawan di Sungailiat untuk mengklarifikasi pemberitaan arisan online yang mereka selenggarakan.

Para owner dan member arisan online tersebut membantah mereka melakukan pemaksaan maupun pengancaman terhadap member arisan online yang mau keluar dari keanggotaan arisan tersebut karena tidak sanggup membayar arisan yang nilainya mencapai puluhan hingga ratusan juta.

Persoalan arisan online yang dibentuk dalam sebuah forum dengan anggota sebanyak 2000 peserta dengan peserta aktif sebanyak 200an orang sejak enam bulan yang lalu.

"Untuk arisan online kita main atas kesepakatan antara pihak member arisan. Awalnya kita itu kumpul teman-teman supaya saling kenal. Kita juga tidak pernah menawarkan misalnya mau main. Kita tinggal posting arisan kita buat mereka sendiri yang memilih mereka sendiri yang menentukan kesepakatannya seperti apa," jelas CL (21) yang menjadi owner arisan online tersebut didampingi Pi (25), Lc (24), Yf (22), Md (20), Ml (22) dan Ar (22) dan owner arisan online lainnya, Kamis (21/4/2016) kepada bangkapos.com di Warung Makan Yogja Air Ruai Sungailiat.

Diakuinya untuk menjadi member arisan diserahkan kepada kedua member untuk sepakat mau ambil nomor mana. Begitu juga besarnya uang untuk menetapkan bunga dalam arisan merupakan kesepakatan bersama member, jika tidak sepakat maka tidak akan dijalankan oleh owner arisan.

"Mereka sepakat dapatnya segini tanggal mereka dapatnya kapan seperti simpan pinjam," kata CL.

Menurutnya, PS Warga Sungailiat yang ikut arisan online ini tidak mau membayar arisan. Saat arisan berlangsung dia mau berhenti arisan. Padahal PS banyak bermain arisan dari arisan uang, barang maupun emas sehingga mereka sebagai owner dan member merasa dirugikan jika PS berhenti dan tidak mau membayar arisan. Pihaknya sudah menghubungi PS untuk mencari jalan keluar terbaik menyelesaikan permasalahan ini.

"Kita mau mencari jalan yang baguslah tidak mungkin juga melilit orang sampai seperti itu, kita menagih baik-baik, tanya baik kapan bisa bayar jawaban dia tidak tahu tidak punya uang tidak ada kepastian dari dia sementara member nomor dua ngejer terus dong," ungkap CL.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved