Kamis, 16 April 2026

BREAKING NEWS

Menteri Yohana Jenguk Dua Pelaku Pembunuhan Hendy

Polisi menyebut ada tiga terduga pelaku yang menyebabkan kematian Hendy. Dua diantaranya, yaitu DE (13) dan AL (15), berhasil diringkus

bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Menteri Pemberdayaan perempuan dan anak, Yohana saat disambut oleh Kapolda Babel dan Kapolres Pangkalpinang, Minggu (1/5/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohana manaruh perhatian pada kejadian pembunuhan honorer Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang. Dua dari tiga tersangka pelaku pembunuhan adalah anak bawah umur.

Menteri Yohana didampingi Kapolda Babel, Brigjen (Pol) Yovianes Mahar mengunjungi Polres Pangkalpinang, Minggu (1/5/2016) siang.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi P bersama jajarannya langsung menerima kedatangan tamu dan menjelaskan sedikit latar belakang kasus tersebut hingga terungkapnya kasus pembunuhan ini.

Bahkan, Kapolsek Taman Sari, Kompol Nursamsi langsung hadir bersama penyidiknya yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut.

Dua remaja mengaku terlibat pembunuhan Hendy Pratama (25), honorer Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pangkalpinang, pada Jumat (22/4) lalu. Sakit hati melatarbelakangi tindakan keji yang dilakukan sebelum waktu salat Ashar, atau sekitar pukul 15.00 WIB tersebut.

Kemarin, polisi mengungkap misteri penemuan jenazah Hendy Pratama di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir, Pangkalpinang. Hendy yang meninggalkan rumah sejak Jumat (22/4) itu ditemukan tak bernyawa pada Senin (25/4) sore.

Polisi menyebut ada tiga terduga pelaku yang menyebabkan kematian Hendy. Dua diantaranya, yaitu DE (13) dan AL (15), berhasil diringkus pada Jumat (29/4) dinihari. Sedangkan satu lainnya, JE (26), yang juga adalah kakak AL, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Berdasarkan keterangan dua terduga pelaku, mereka lebih dahulu datang di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir dibanding Hendy. Mereka datang bertiga dengan mengendarai satu sepeda motor. Ketiganya kemudian mengisap lem di tempat tersebut.

Tidak lama setelah Hendy datang mengendarai sepeda motor seorang diri, penganiayaan pun terjadi. AL mengaku hanya memukul dan menendang Hendy. Perbuatan itu dilakukannya bersama DE.

Ditemui di Polsek Taman Sari, AL menyebut kakaknya, JE yang memukul Hendy menggunakan kayu. Saat akan meninggalkan Hendy yang terkapar dengan luka parah di bagian kepala, AL menyebut JE meminta dia dan DE menunggu di motor. JE, lanjutnya, kembali ke lokasi dan memeriksa kondisi Hendy.

"Kakakku bilang ngecek apakah masih hidup apa sudah mati dia bilang sudah mati lalu kami pergi dari lokasi," kata AL, Jumat (29/4).

"Sebelum Ashar kami habisin dan korban tidak melawan," ujarnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved