Jumat, 10 April 2026

Ternyata Ini Motif Pemuda Tebas Leher Nenek Intan yang Sering Makan Bersamanya

Pembunuhan sadis terhadap nenek Intan (60), yang jasadnya terduduk di kursi dalam kondisi kepala terpenggal, akhirnya terbongkar.

Editor: fitriadi
TRIBUN PEKANBARU.COM/DONNY KUSUMA PUTRA
Rismin (19), pelaku pembunuhan dengan cara memenggal kepala nenek Intan (60), diamankan polisi. 

BNAGKAPOS.COM, PEKANBARU - Pembunuhan sadis terhadap nenek Intan (60), yang jasadnya terduduk di kursi dalam kondisi kepala terpenggal, akhirnya terbongkar.

Pelaku pembunuhan adalah Rismin (19), seorang pemuda yang dekat dengannya, bahkan mereka sering makan dan tidur bersama-sama.

Pemuda itu berhasil ditangkap petugas gabungan Polres Rohul, Riau, tiga hari setelah kejadian, atau pada Kamis (5/5/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Nenek Intan ditemukan tak bernyawa di halaman rumah korban di RT 001/ RW 002 Dusun Bukit Raya, Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Rokan Hulu, Riau, pada Selasa (3/5/2016) siang.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rohul AKP M Wirawan Novianto, Jumat (6/5/2016), motif tersangka membunuh nenek Intan atas dasar sakit hati.

“Pelaku dituduh korban mencuri tabung LPG 3 Kg di rumah anak korban. Dari situ timbul niat benci. Pelaku mengaku benci kepada nenek Intan,” ujar Wirawan seperti dikutim www.TribunKaltim.co dari TribunPekanbaru.com.

Ia menambahakan, untuk melakukan penangkapan Rismin, pihaknya menurunkan empat regu tim dari Satuan Reskrim Polres Rohul dipimpin oleh dirinya, anggota Polsek Rambah Samo, Polsek Ujungbatu, dan Polsek Kunto Darussalam, dibantu personel dari Polda Riau.

Diakuinya, terhadap tersangka Rismin pengejaran dilakukan tiga hari. Titik terang didapat ketika ada informasi bahwa pelaku berada di salah satu pondok di kebun kelapa sawit di Desa Kubu Pauh, Kecamatan Rambah Samo.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengejaran, dan benar, tersangka berada disana. Saat tersangka hendak mealirakan diri. Polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki kiri, sebanyak dua peluru yang bersarang di bagian paha dan bawah lutut kaki kirinya.

"Terhadap tersangka kami lakukan tindakan tegas terukur, dengan menghadiahi dua butir timah panas ke bagian kaki, karena berusaha kabur saat akan ditangkap oleh anggota," kata Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono sebagaimana disampaikan Wirawan Novianto.

Tidak Terima Disebut Sebagai Anak Maling

Rismin (19), pelaku pembunuhan dengan cara memenggal kepala nenek Intan (60), mengaku tega memenggal leher korban pada Selasa (3/5/2016) lalu sekira 11.30 WIB, karena sakit hati karna telah dituduh mencuri tabung LPG 3 kilogram (kg).

"Saya tidak mencuri tabung gas tersebut, Karena saya tidak melakukan makanya saya tidak terima. Apalagi dia memaki-maki saya dengan kata-kata kotor. Sehingga timbul niat saya untuk membunuh dia," ungkapnya, di Mapolres Rohul, Jumat (6/5/2016).

Diakuinya, kata-kata nenek Intan yang bikin dirinya dendam adalah kata "dasar Kamu anak maling". Hal itulah yang buat Rismin punya rencana untuk menghabisi nyawa korban pakai sebilah parang panjang yang baru diasahnya milik Binzar, ayah angkatnya.

Rismin menambahkan, setiap melihat wajah nenek intan, perasaan dirinya seperti ingin menghabisi nyawanya. Ia merasa dendamnya terbalas setelah berhasil memenggal kepala nenek yang tengah duduk di kursi plastik di halaman samping rumahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved