Ternyata Ini Motif Pemuda Tebas Leher Nenek Intan yang Sering Makan Bersamanya
Pembunuhan sadis terhadap nenek Intan (60), yang jasadnya terduduk di kursi dalam kondisi kepala terpenggal, akhirnya terbongkar.
"Dia bukan nenek saya. Saya tidak pernah menganggap dia nenek saya, Walaupun ibu angkat saya, Yusmita, merupakan anak nenek Intan," kata Rismin.
Dia memang sudah berniat membunuh Intan, saat korban mengambil tabung LPG 3 kg di rumah Yusmita, ibu angkatnya. Intan terus menuduh pemuda ini dialah pencuri tabung LPG di rumah anaknya yang lain.
Beberapa jam sebelum kejadian, Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Rismin mengakui datang ke rumah nenek Intan, namun korban sedang tidak di rumah.
"Memang sudah bawa parang kian saya datang pertama. Saya memang sadar, tapi setelah melihat nenek tadi, emosi saya meluap, sehingga yang tidak saya inginkan terjadi pun terjadi," jelasnya.
Saat ditanya, berapa kali dirinya melakukan tebasan, sehingga kepala nenek Intan terputus. Ia mengakui hanya sekali tebas, dari arah belakang, tepat ke leher korban.
Saya tak Menyangka Ia Tega Membunuh Ibu
Yusmita (46 tahun) tak pernah membayangkan ibunya, Intan (60), dibunuh secara keji oleh pemuda yang telah dianggap sebagai cucunya, Rismin. Apalagi membayangkan kepala ibunya dipenggal hingga putus. Rismin adalah anak angkat Yusmita.
Pembunuhan sadis itu menggemparkan warga Dusun Bukit Raya, Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Rokan Hulu, Selasa (3/5/2016) siang.
Saat jenazahnya dievakuasi petugas kepolisian, tubuh nenek Intan masih duduk bersandar di kursi plastik tanpa kepala.
Warga terlihat berkerumun, menyaksikan proses evakuasi, di tempat kejadian perkara yang berada di kawasan kebun kelapa sawit tersebut.
"Kenapa lah dia (Rismin) begitu tega terhadap neneknya. Padahal dia sering tidur dan makan di sini bersama ibu saya," ujar Yusmita, sambil meneteskan air mata saat ditemui TribunPekanbaru.com di rumah duka.
Wanita masih tak percaya semua itu terjadi, karena pagi hari naas itu, ia dan ibunya masih makan bersama. Bersenda gurau, sebelumnya dirinya berangkat ke kebun.
Meski tidak pernah menyangka ibunya dibunuh secara sadis, Yusmita mengaku punya firasat akan terjadi sesuatu.
Mimpi Mengerikan Dikejar Hujan Api
Yusmita menceritakan, pada hari Minggu (1/5) lalu, ibunya sempat bercerita tentang mimpinya yang mengerikan.
“Ibu bermimpi terjadi hujan api dan itu terus mengejarnya. Ketika itu dirinya masih bisa selamat," tuturnya kepada Tribun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pemenggal_20160508_111755.jpg)