Shisha Lagi Tren, Ternyata Bisa Menyebabkan Penyakit Ini
Kegandrungan anak muda Bangka terhadap shisha atau rokok Arab membuat pemilik Vian Zippo mampu meraup omzet Rp 10 juta per bulan
Sedangkan slang pengisap, ia bandrol seharga Rp 35.000-Rp 130.000. Ukuran slang yang disediakan yakni kecil, sedang, protex yang terdiri atas satu hingga empat cabang.
Silvian juga menjual tungku bong ukuran kecil hingga yang berbentuk empat tungku, dan bara untuk pembakaran bong yang terbuat dari batok kelapa sehingga aman bagi kesehatan. Ada pula alumunium foil, sedotan slang, dan peralatan shisha lainnya.
"Kita lengkap ya, ada semua. Kalau untuk bara ini aman karena dari batok kelapa. Harga per bungkusnya mencapai Rp 17.000. Alumunium foilnya ada jenis yang mudah sobek dan enggak, tinggal pilih," jelasnya.
Tak hanya itu, Vian Zippo juga menyediakan tembakau dengan berbagai varian rasa. Tembakau merek Al-Fakher dan Afzal dibanderol seharga Rp 35.000 per kotak. Sedangkan Doobacco dijual seharga Rp 45.000.
Ada sekitar 30 varian shisha yang disediakan di toko tersebut. Untuk rasa, biasanya dihasilkan dari tembakau basah yang diolah dengan buah-buahan. "Banyak rasanya, bubble gum, anggur, jeruk, pisang, two apple, stroberi, blueberry, mint, kiwi, cokelat, cappucino, banana split, dan lainnya. Banyak rasa, tapi yang paling dicari itu produknya Al-Fakher. Ini kan memang standar dunia dan kadang barangnya sampai mutus (langka) kalau enggak distok," ujar Silvian.
Lebih lanjut, dia mengatakan, peralatan shisha seperti bong dan slang, juga memerlukan perawatan agar tetap indah dan tidak apak atau tidak menimbulkan bau tak sedap. Sebaiknya bong dibersihkan menggunakan pasir pantai.
"Kalau bong bisa dicuci dengan pasir pantai agar tembakau yang dari rasa-rasa itu kan jutuh ke bawah yang air itu dan otomatis akan nempel kan. Nah, dengan pasir pantai ini bisa kembali normal," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/shisha_20160529_125331.jpg)