Jumat, 15 Mei 2026

Inilah Lahirnya Garuda Pancasila dan Lima Butir Pancasila

Di sekolah-sekolah kemudian mulai kembali digalakkan untuk menghapal sila Pancasila dan lambangnya.

Tayang:
Ist
Garuda Pancasila 

BANGKAPOS.COM -- Hari ini, 1 Juni merupakan Hari Kelahiran Pancasila. Dasar negara yang terdapat dalam lambang negara Indonesia.

Pancasila akhir-akhir ini menjadi sorotan. Usai adanya insiden pelecehan lambang negara tersebut oleh penyanyi dangdut di salah satu acara musik di stasiun televisi swasta.

Di sekolah-sekolah kemudian mulai kembali digalakkan untuk menghapal sila Pancasila dan lambangnya.

Tapi, tahukah bagaimana awalnya tercipta lambang negara dan dasar negara Republik Indonesia?

Bermula dari Sultan Hamid II yang menggagas lambang negara Garuda Pancasila. Kala itu, Sultan Hamid II menjabat sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio.

Dilansir wikipedia, selama jabatan menteri negara, dia ditugasi Presiden Soekarno untuk merencanakan, merancang, dan merumuskan gambar lambang negara.

Sultan Hamid II bersama Presiden Soekarno

Pada 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Portofolio, Sultan Hamid II.

Dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan R.M. Ngabehi Poerbatjaraka sebagai anggota.

Rancangan awal Garuda Pancasila sebenarnya tidak seperti gambar Garuda Pancasila saat ini. Tapui awalnya berbentuk garuda tradisional yang bertubuh manusia.

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku Bung Hatta Menjawab, untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara.

Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II.

Sementara karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Rancangan yang terpilih, kemudian dibahas dengan intensif antara Sultan Hamid II, Soekarno, dan Mohammad Hatta, untuk menyempurnakan rancangan lambang negara yang terpilih.

Kesepakatan akhirnya dibuat, mengganti pita yang dicengkeram Garuda. Semula adalah pita merah putih diganti menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika".

Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved