Rabu, 22 April 2026

Inilah Penghargaan Nasional yang Berhasil Diraih Kabupaten Bangka

Berbagai prestasi ditorehkan Pemerintahan Kabupaten Bangka di tingkat nasional

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
IST
Penghargaan Pangripta Serumpun Sebalai 2016 diberikan langsung oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung, H Rustam Effendi pada kegiatan Musrenbang Provinsi Babel tahun 2017, Selasa (19/4/2016) di Hotel Novotel, Bangka Tengah. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berbagai prestasi ditorehkan Pemerintahan Kabupaten Bangka di tingkat nasional dibawah pimpinan Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah.

Diakui Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto ada tiga inovasi yang diraih Pemkab Bangka yakni dibidang, perencanaan, kesehatan, dan lingkungan hidup yang berhasil mendapatkan penghargaan nasional.

Prestasi yang berhasil diraih Pemkab Bangka ini disampaikannya kepada
peserta Benchmarking Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat III Angkatan XXIV dari Propinsi Jawa Tengah (Jateng) saat melakukan studi banding mengenai perencanaan, kesehatan dan lingkungan hidup, Kamis (16/6/2016) di ruang rapat Bangka Bermartabat.

Dibidang perencanaan menurutnya Kabupaten Bangka berhasil meraih penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). AMPL award merupakan ajang penghargaan untuk sanitasi dan lingkungan.

"Untuk penghargaan AMPL Kabupaten Bangka berhasil meraih penghargaan sebanyak dua kali yakni Tahun 2011 dan 2015 yang diberikan oleh Bappenas," jelas Pan Budi.

Diakuinya di Kabupaten Bangka penyakit akibat buruknya sanitasi dan air ini membuat daerah mengalami kerugian sebesar Rp 60 milyar per tahun. Bahkan 40 persen kematian bayi karena diare, kondisi ini akibat akses sanitasi dan air yang buruk dan 20 persen kematian balita akibat diare dan malaria, semua bersumber buruknya akses air. Untuk itu lanjutnya Pemkab Bangka berusaha memperbaiki sumber air dan sanitasi di Kabupaten Bangka sehingga berlahan-lahan angka kematian bayi dan balita akibat diare, malaria dan deman berdarah ini menurun yang menyebabkan berhasil mendapatkan AMPL Award.

"AMPL di Kabupaten Bangka ini mendapat apresiasi dari Kantor Utusan Khusus Presiden mengenai
Millennium Development Goals (MDGs) dimana Kabupaten Bangka berhasil meraih terbaik kedua. Penghargaan ini diserahkan Menteri Kesehatan Nila Moeloek," jelas Pan Budi.

Kabupaten juga berhasil meraih penghargaan Baksyacaraka dimana Pemkab Bangka menjadi satu dari enam kabupaten terbaik di Indonesia dalam bidang budaya kreatif yang mendorong terwujudnya ekonomi kreatif, atau kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan ini mengantarkan Kabupaten Bangka menjadikan satu-satunya kabupaten di luar jawa yang menjadi nominator unggulan penerima anugrah Baksyacaraka 2014 dari Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat. "Untuk penghargaan Basyacaraka Kabupaten Bangka berhasil meraih terbaik kedua kalah dengan Pasuruan bahkan kami diatas Bandung untuk yang terbaik di Indonesia," jelas Pan Budi.

Untuk penataan ruang menurutnya Kabupaten Bangka merupakan kabupaten pertama yang melegalisasi rencana detil kawasan sehingga mendapat penghargaan dari Menteri Pekerjaan Umum untuk menyelengarakan penataan ruang daerah guna merencanakan, memanfaatkan dan pengalian ruang.

"Kabupaten Bangka berhasil meraih lima besar. Pertama diperoleh Banyuwangi. Kami setiap Sabtu ada
Majelis Sabtu berisi seluruh SKPD yang ketuanya sekda. Jadi setiap ada persoalan ruang dibahas dan Kabupaten Bangka relatif lebih baik dari daerah lain berkaitan dengan tata ruang," papar Pan Budi.

Kabupaten Bangka juga menurutnya berhasil menjadi peringkat keenam terbaik se-Indonesia dan berhak mendapatkan penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara 2016
"Untuk penghargaan Pangripta Nusantara Kabupaten Bangka berhasil tiga tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan ini, namun belum dapat peringkat tiga besar baru peringkat enam," ungkap Pan Budi.

Di bidang kesehatan Pemkab Bangka lanjutnya menerima penghargaan sistem informasi data air minum dan penyehatan lingkungan.

"Kabupaten Bangka ini dulunya daerah dengan WC terpanjang outdoor jadi dihalaman belakang rumah itu semua sampah dibuang disitu termasuk kotoran manusia. Itu yang menyebabkan diare tinggi, malaria dan demam berdarah di Kabupaten Bangka tinggi. Kalau bapak/ibu 10 tahun lalu lalu datang ke Bangka peluang kena malaria 80 persen," beber Pan Budi.

Namun semua itu menurutnya masa lalu dimana saat ini sudah menurun karena lingkungan dan sanitasi sudah diperbaiki.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved