Kamis, 9 April 2026

Tradisi Unik Warga Mencabik-cabik Mayat Ramai di Media Sosial

Tradisi mesbes bangke (mencabik mayat) di Banjar Buruan, Tampaksiring, Gianyar, Bali sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Editor: fitriadi
Tribun Bali
Warga berebut mencabik mayat yang akan dibawa ke Setra di Banjar Buruan Tampaksiring, Bali, Kamis (19/2). 

BANGKAPOS.COM, GIANYAR - "AIIIITT...!" Begitu pekikan seorang pria terdengar keras memberikan isyarat sembari mengangkat kedua tangannya di depan gapura rumah almarhum, Gusti Putu Karang (68) yang meninggal enam hari yang lalu, Kamis (19/2/2015).

Sejurus kemudian, tanda tersebut direspon dengan hentakan baleganjur.

Puluhan warga Banjar Buruan, Desa Pekraman Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring Gianyar, Bali langsung siaga.

Pekikan demi pekikan bertalu, seakan mereka tidak sabar menunggu momen itu.

Tak berselang lama, sejumlah pria berbadan kekar keluar mengangkat mayat yang sudah terbungkus rapi oleh kain kafan, batik, tikar, hingga dua lapis rantai bambu.

Guyuran air dari rumah warga menghujani jalanan.

 Saat itulah di mana tradisi mesbes bangke (mencabik kain mayat) dimulai.

"Aiit, aaiit, aiiitt...!,".

Hanya itu suara yang terdengar di tengah hentakan baleganjur yang semakin mengeras.

Semangat warga seakan semakin membara.

Satu-persatu bahkan berebutan.

Bahkan mereka mencoba naik ke atas mayat.

Mencabik dan menggigit tikar, kain kafan, dan rantai bambu yang kemudian dihempaskan ke udara.

Kesan kesedihan keluarga saat mayat almarhum dicabik-cabik warga sebanjar terbantahkan.

Ini terlihat saat keluarga almarhum juga turut serta di dalamnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved