Selasa, 14 April 2026

Tradisi Unik Warga Mencabik-cabik Mayat Ramai di Media Sosial

Tradisi mesbes bangke (mencabik mayat) di Banjar Buruan, Tampaksiring, Gianyar, Bali sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Editor: fitriadi
Tribun Bali
Warga berebut mencabik mayat yang akan dibawa ke Setra di Banjar Buruan Tampaksiring, Bali, Kamis (19/2). 

 Ramai di media sosial

Tradisi mesbes bangke (mencabik mayat) di Banjar Buruan, Tampaksiring, Gianyar, Bali sempat menjadi perbincangan di media sosial (medsos).

Ada pro dan kontra.

Banyak yang memuji karena warga dianggap mampu bersikap konservatif di tengah arus globalisasi.

Namun tak sedikit juga yang mengecam karena tradisi tersebut dianggap tidak berperikemanusiaan terhadap keluarga almarhum.

Kelian Adat dan Dinas Banjar Buruan, I Ketut Darta menegaskan, tradisi mesbes bukan untuk ajang balas dendam atau menyakiti hati keluarga almarhum.

Tradisi yang diwariskan turun temurun ini sejatinya adalah wujud kebersamaan warga.

"Keluarga almarhum sudah rela, bahkan turut serta. Ini membuktikan tidak ada maksud jelek kepada almarhum maupun keluarganya," jelasnya.

Berdasarkan cerita tetua jaman dahulu, mesbes sejatinya bertujuan untuk menghilangkan bau busuk yang bersumber dari mayat.

Jika suasana gembira, maka bau busuk tersebut sudah hilang dari pikiran.

"Padahal warga naik sampai ke tubuh mayat yang diangkat. Mencabik tidak hanya pakai tangan, pakai gigi juga. Kenapa warga tidak jijik? Iya karena kami yakin kalau rasa itu akan hilang dengan mesbes," ucapnya.

Ternyata, tradisi ini juga memiliki tantangan.

Saat mesbes digelar, mayat sama sekali tidak boleh jatuh ataupun menyentuh tanah.

Jika itu terjadi, maka adat akan mendapat sanksi untuk menggelar pencaruan.

Darta berucap syukur, sampai saat ini, belum sekalian terjadi peristiwa tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved