Terungkap, Inilah Ternyata Penyakit Aa Gym Hingga Dia Harus Begini Sekarang

“Aa menceritakan bagaimana perjalanan hidup beliau beberapa minggu ini sampai akhirnya mengalami "shock" dimana kondisi tubuh beliau drop, tensi ..."

Terungkap, Inilah Ternyata Penyakit Aa Gym Hingga Dia Harus Begini Sekarang
INSTAGRAM.COM/AAGYM
Aa Gym 

6. Pada tahun 1993, Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dibangun menjadi gedung permanen berlantai tiga.
Lantai satu digunakan untuk kegiatan perekonomian, lantai dua dan lantai tiga dijadikan masjid. Pada 1994, didirikan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT untuk menopang dakwahnya.

Pada 1995 sekitar 50 meter dari masjid, seorang jemaah membelikan sebidang tanah berikut bangunannya di Jalan Gegerkalong Girang 30 D yang kemudian digunakan sebagai kantor yayasan, kediaman pemimpin pondok, Taman Kanak-kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA), ruang pertemuan, ruang produksi konveksi, gudang, dan kamar para santri.

Pada akhir tahun 1997 Gedung Kopontren empat lantai di seberang masjid ini digunakan untuk kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT), penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya.

7. Pada tahun 1999, DT berhasil memiliki Radio Ummat yang mengudara sejak 9 Desember 1999, mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna, seluruh aset ini diperkirakan bernilai 6 miliar rupiah.

8. Pada tahun 2000, Aa Gym mulai tampil berdakwah di TV Nasional.
Ia menjadi salah satu pengisi acara tetap dalam program Hikmah Fajar di RCTI.

Pada tahun 2001, Aa Gym memiliki program mandiri di bawah rangkaian program Hikmah Fajar berjudul "Manajemen Qolbu".

9. Pada tahun 2002, Aa Gym telah memiliki 15 usaha penerbitan yang telah menerbitkan 32 judul buku dan lusinan kaset serta VCD-nya sebagai media menyebarkan dakwahnya.

Aa Gym tercatat menerima 1.200 undangan untuk menjadi pembicara setiap bulannya.

Tarif siarnya untuk berdakwah bisa mencapai USD 100.000 per jam pada bulan Ramadan, dan penampilannya menjadi rebutan stasiun-stasiun TV.

Usaha lainnya yang ia miliki adalah penyiaran radio, studio mini televisi, dan usaha media lainnya termasuk kantor situs-situs web, koperasi supermarket, masjid dan pesantren berkapasitas 500 santri, dua panti asuhan, rumah persinggahan untuk menampung pengunjung yang datang, serta penyelenggaraan seminar-seminar pelatihan manajemen yang tarifnya mencapai USD 200 per kepala.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved