Suami Tewas Digorok, Permintaan Dian: Nyawa Harus Dibayar Nyawa
Ketika dibacok oleh tersangka, korban tidak melakukan perlawanan dan hanya memegang leher yang mengalami luka.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sebuah celurit yang berlumuran darah yang mulai mengering diamankan di ruang Unit Resum, Sat Reskrim Polres Belitung, Senin (27/6).
Senjata tajam yang terbungkus plasting bening berlabel Indentifikasi Polri itu, menjadi barang bukti duel maut antara dua pria bertetangga Ahmad Kiki alias Acung (40) dan Maryadi alias Yadi (44), Minggu (26/6) sore lalu.
Dalam peristiwa berdarah itu, Maryadi tak tertolong jiwanya meski sudah sempat dibawa ke RSUD Belitung.
Korban mengalami banyak kehilangan darah akibat luka sepanjang 12 centimeter di sisi kiri lehernya setelah ditebas menggunakan celurit oleh Acung, saat keduanya berkelahi.
Anggi (25), saksi mata yang melihat langsung peristiwa berdarah tersebut, menceritakan, rumha korban dan pelaku berhadap-hadapan di Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 24/09 Desa Air Rayak, Tanjungpandan.
Saat peristiwa itu, posisi wanita ini sedang menjemur pakaian dan kebetulan rumah Anggi berada di sisi kanan kediaman tersangka.
"Awalnya ketika Bang Yadi korban meminta pelaku itu untuk diam, soalnya ributnya sudah menggaduhi orang-orang. Tau-tau setelah itu, pelaku langsung datang mendekati bang Yadi, langsung membacok," ucap Anggi kepada Pos Belitung, Senin kemarin.
"Setelah itu aku langsung teriak minta tolong. Istri bang Yadi waktu itu masih di dalam rumah, baru selesai memandikan anak. Tapi waktu pelaku bawa celurit aku tidak lihat, mungkin disembunyikan, soalnya tiba-tiba langsung datang, jeledul celurit itu sudah di leher," kata dia.
Ketika dibacok oleh tersangka, korban tidak melakukan perlawanan dan hanya memegang leher yang mengalami luka.
Sesaat setelah mendapatkan bacokan tersebut, korban langsung terbaring dan tersangka meninggalkan rumah.
"Sempat disebut, jangan ngingar kata laki aku (Korban), bukan hutan ini. Bulan puasa pulak, jangan sok jagoan di kampung orang. Pas bapak ngomong gitu, aku tegak jangan ngurusin rumah tangga orang. Setelah itu aku masuk, belum ada lima menit langsung dibacok," kata Dian (32), Istri korban kepada Pos Belitung.
Dian sempat berteriak minta tolong kepada Hendra (saksi), untuk membantu evakuasi korban. Namun permintaan tersebut, ternyata diacuhkan oleh saksi Hendra dan langsung meninggalkan korban serta pergi bersama dengan tersangka.
"Setelah itu laki aku noleh ke aku, sambil senyum habis itu terbaring sambil megang leher. Ya memang selama ini, tidak bertegur sapa sudah lama, soalnya laki aku tidak suka dia (acung) mulutnya sering kasar," ujarnya.
Dian meminta, kepada aparat kepolisian untuk mengusut perkara ini hingga tuntas dan menghukum tersangka seberat mungkin.
Pasalnya tersangka telah menghilangkan nyawa korban, tanpa sebab akibat yang dinilai sangat wajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ahmad-kiki-alias-acung_20160627_093710.jpg)