Tujuh Obat Ini Jangan Diminum Kalau Perut Lagi Kosong
Simak di sini, mengapa obat-obatan tertentu disarankan dikonsumsi sambil makan atau sesudah makan.
BANGKAPOS.COM - Saat pergi ke dokter atau membeli obat di apotek, kita sering dipesankan untuk meminum obat sesudah makan.
Pernahkah Anda bertanya, apa sebabnya kita diberi instruksi demikian?
Penting juga mengetahui, obat-obatan apa saja yang tidak boleh diminum dalam kondisi perut kosong.
Pasalnya, tidak semua obat kita dapatkan dari dokter atau disertai instruksi yang jelas.
Simak di sini, mengapa obat-obatan tertentu disarankan dikonsumsi sambil makan atau sesudah makan.
Nonsteroid Anti-inflammation Drugs (NSAIDs)
NSAID atau obat anti-inflamasi non steroid digunakan untuk mengobati nyeri dengan cara memblokir prostaglandin atau reseptor nyeri di dalam tubuh.
Naproxen digunakan untuk mengobati rasa sakit yang disebabkan oleh sakit kepala, arthritis, dan periode menstruasi yang menyakitkan.
Ibuprofen dapat membantu mengurangi demam dan rasa sakit ringan yang disebabkan oleh infeksi gusi atau gigi berlubang.
Aspirin sebagai obat pereda nyeri yang juga berpotensi mencegah serangan jantung dan stroke iskemik yang disebabkan oleh penggumpalan darah.
Mengonsumsi NSAID setelah makan, dapat mencegah masalah pencernaan atau perdarahan di lambung dan usus.
Antasida
Antasida mengurangi mulas dan gangguan pencernaan dengan cara menetralkan asam lambung. Konsumsilah obat ini sekitar satu jam setelah makan atau selama makan.
Namun, jika gejala gangguan pencernaan terjadi pada malam hari, di mana Anda sulit mengakses makan, silakan mengonsumsi antasida tanpa makan terlebih dulu.
Narkotika penghilang rasa sakit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/obat_20160228_103029.jpg)