Minggu, 26 April 2026

Kopiah Resam, Warisan Budaya Tak Benda Oleh-oleh Khas Bangka

Berkunjung ke suatu daerah tak lengkap tanpa membawa pulang buah tangan atau oleh-oleh khas daerah tersebut.

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
tribunjualbeli
kopiah resam 

BANGKAPOS.COM.BANGKA--Berkunjung ke suatu daerah tak lengkap tanpa membawa pulang buah tangan atau oleh-oleh khas daerah tersebut.

Begitu juga anda jika berkunjung ke Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu kerajinan yang layak dijadikan buah tangan khas Pulau Bangka adalah Kopiah Resam. Soalnya kopiah ini hanya bisa di temukan di Pulau Bangka.

Bahkan oleh pihak Kemendikbud, Kopiah Resam Bangka saat ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Kopiah Resam sendiri adalah peci yang terbuat dari tumbuhan resam (Dicranopteris linearis syn. Gleichenia linearis) dan digunakan oleh masyarakat Melayu Bangka umat muslim dalam kegiatan sehari-hari seperti ibadah solat, menghadiri pesta, kegiatan adat, dan kegiatan lainnya.

Pembuatan Kopiah Resam sendiri telah diwariskan secara turun temurun  dari generasi-generasi terdahulu.

Tanaman resam merupakan jenis Pteridophyta (paku-pakuan/pakis) yang biasa tumbuh di tempat-tempat teduh, lembab, dan subur di daerah tropis dan subtropis.

Nama latin spesies ini adalah Dicranopteris linearis. Resam dikenal sebagai tumbuhan invasif, masuk dalam jenis gulma (tanaman pengganggu), karena mendominasi permukaan tanah menyebabkan tumbuhan lain terhambat pertumbuhannya.

Habitatnya adalah tebing teduh dan lembap mulai pada ketinggian 200m hingga 1500m di atas permukaan laut dengan tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter.

Paku-pakuan ini tumbuh melilit dan bercabang, akarnya tumbuh di dekat permukaan tanah dan keluar batang keras yang tumbuh keatas.

Tumbuhan ini mudah dikenal karena peletakan daunnya yang menyirip berjajar dua dan tangkainya bercabang mendua (dikotom). Persebaran tumbuhan ini dapat diidentifikasi di daerah tropis dan subtropis, tersebar di asia dan pasifik.

Tumbuhan ini dapat ditemukan tersebar di seluruh pelosok Pulau Bangka.

Selain itu, tanaman resam yang dianggap sebagai tanaman liar dan pengganggu di habitatnya ini, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi tanaman berkhasiat untuk pemecah bisul, infeksi saluran kencing, obat batuk dan obat luka memar.

Salah satu desa yang terkenal dengan pengolahan resam adalah Desa Dendang, Kacung Kecamatan Kelapa, Bangka Barat.

Cara Pembuatan Kopiah Resam
Bahan/Alat:
• Resam Bulin, Resam Padi; Pola (cetakan kepala dari kayu)/mal/pakan; Jarum; Penarik (terbuat dari tutup kaleng) yang dibuat lobang menggunakan paku untuk menghaluskan; Lilin; Sikat gigi; Kulit Kayu samak; Kater.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved